“ kata Violin berasal dari kata Vitula yang berarti Dewi
Kesenangan ,
Apakah itu berarti violin dibuat untuk mengundang
kebahagiaan ?
Ya
Karena violin , aku bertemu dengannya ...
Kebahagiaan terbesarku ,
Dan luka hati terdalamku .
Abadi “
Jika aku bisa meminta
dengan siapa aku dilahirkan , aku memilih untuk dilahirkan di keluarga yang
dikelilingi cinta dan kasih sayang . jika aku bisa terlahir kembali , aku ingin
terlahir di keluarga yang ideal , seperti anak lainnya . dimana kedua tanganku
di pegang erat oleh tangan ayah dan ibu , makan bersama dengan candaan yang
bahagia , pergi tamasya keluarga , dan berbagai hal menyenangkan lainnya . tapi
, dalam dunia nyata , bayangan seperti itu sama sekali tidak mungkin ada di
dunia nyata . aku terlahir dalam keluarga yang selalu hancur . bagaikan kaca
yang dipecahkan menjadi berkeping-keping .
Saat aku masih menginjak
bangku playgroup , Ibuku selalu berada disisiku . kemanapun aku pergi , selalu
ada ibu yang sangat menyayangiku . senakal apapun diriku dan sejelek apapun
bentuk fisikku , Ibuku dengan tulus tersenyum
dan menerimaku apa adanya . sungguh , Ibuku adalah Ibu yang terbaik yang pernah
kutemui di dunia .
Sedangkan , Ayahku jarang
berada di Tokyo . aku masih teringat ketika aku belum dimasukkan ke playgroup .
ketika aku tidak mau tidur , ayahku duduk didepanku dan memainkan lagu jepang
jaman dulu . aku masih ingat dengan lagu itu . lagu dari Onyanko Club tapi aku
tidak tahu judulnya . setelah aku mendengarnya , aku baru tertidur dengan pulas
.
Sewaktu aku berusia 5 tahun
, Ibuku mengadakan pesta ulang tahun untukku . pestanya sangat meriah dan
seluruh keluargaku ada disana . dan pastinya , ayahku ada disisiku . sungguh
betapa bahagianya aku saat itu . tapi , siapa sangka bahwa itu adalah pesta
bersama keluarga terakhir untukku ? dan siapa sangka bahwa kebahagiaan kecil
itu tidak akan selamanya dirasakan ?
“ kamu lebih mementingkan
adikmu dibandingkan kami ! tahukah kau bahwa aku membiayai Otomi sendirian ? “
“ hah ? kau tidak pernah
diajarkan untuk menyayangi kakak-kakakmu ? apa kau tega membiarkan kakak-kakak
dan adikmu terhimpit keuangan ? “
“ jangan bercanda ! kau
sudah berlebihan ! mereka sudah menikah dan bekerja dan hidup mereka sudah
dihujani kemanjaan ! coba lihat sekarang ! apakah mereka membantumu bahkan
memberikan unag sepeserpun untukmu dikala kritis seperti ini ? “
“ mereka hanya tidak bisa
ke Tokyo ! “
Ya , karena bisnis ayahku
menjadi bangkrut , ayahku menjual emas ibuku . sedangkan , ibuku yang selama
ini membiayai perawatanku . perawatanku bukanlah murah . aku sangat manja .
setiap keinginanku tidak terkabulkan , aku cepat marah dan melukai diri sendiri
. dan sudah entah berapa banyak guru les yang didatangkan untuk mengajariku
tapi langsung mengundurkan diri karena keusialanku . yang terparah , saat aku
masih playgroup , aku menusuk mata temanku dengan pensil tanpa alasan yang
pasti . jika dalam legenda Jepang , aku adalah Ashura-nya playgroup dan rumahku
. seandainya aku tidak terperangkap dalam keegoisan sendiri , aku bisa mengerti
dan tidak bersikap seperti itu .
Diriku saat itu tidak tahu
apapun . maka aku menurut saja kata-kata Ibuku . Ibu pun bercerai dengan Ayah
dan pindah ke rumah yang baru . dan tak lama kemudian , Ibu menikah dengan
orang dari Kansai . Pria Kansai itu dulunya adalah supir teman playgroupku .
selama dia menikah dengan Ibu , dia sangat menyayangiku . dan 1 tahun kemudian
, aku menjadi kakak dari anak Ibu dan Pria Kansai itu . adikku kunamai Rei
karena Ibuku memberi nama yang kurang mengenakkan ditelinga , menurutku .
“ paman Yukitsuna , aku
lebih mau punya adik perempuan ~ “ kataku manja setelah kelahiran rei .
Paman Yukitsuna ( Si Pria
Kansai ) tersenyum dan mengacak rambutku , “ justru bagus kalau kamu punya adik
laki-laki . jadi , kalau dalam bahaya , dia bisa menolongmu “
“ bukankah itu kata Ibu ? “
tanyaku .
“ hahaha ! iya juga , maaf
, maaf . tapi , itu memang benar “
Wajahku cemberut , wajar
saja . karena aku memang menginginkan punya adik perempuan . jadi , suatu saat
kami bisa curhat dan saling memakaikan make-up bersama seperti di Dorama-dorama
TV .
“ aku khan bisa karate .
jadi , aku tidak perlu bantuannya “
“ karate ? lalu , kenapa
setiap hari kamu pulang dengan air mata ? “
Ah ! itu adalah kata yang
paling tak ingin kudengar diantara semua kata di dunia . karena , mendengar
kata-kata itu , mengingatkanku pada ...
***
“ selamat pagi , OTOko-chan
( dalam bahasa jepang , “ otoko “ terdengar seperti “ pria “ dan nickname itu
berasal dari namaku , “ tenji OTOmi ) ! “ sapa teman sekelasku sambil
mengoleskan debu kapur di seragam sekolahku . mungkin inilah namanya karma .
karena playgroup aku menyiksa orang , aku justru disiksa orang sewaktu SD- SMP
( sekarang di saat aku masih di bangku SMP , SD sudah lewat ) . jenis-jenis
perlakuan kasar yang kuterima selama ini bisa dijadikan kamus yang setebal meja
kelasku .
Aku tidak melawan . karena
aku sudah tahu bahwa itu percuma . seisi murid di kelasku adalah murid-murid
yang keluarganya guru-guru disini . dan mereka berkuasa untuk menginjak orang
malang sepertiku .
“ hei , si
OTOko-chan datang ! “ kata nakita dari lantai atas . aku mendengarnya karena
dia sengaja mengeraskan suaranya . tenang , Otomi . tahan emosimu . tahan
emosimu sampai pulang ke rumah .
Baru saja
aku memarkir sepeda , aku sudah disambut hangat dengan air cucian pel dari atas
. dan aku yakin bahwa itu perbuatan Nakita dkk . ingin sekali aku berteriak dan
berkata , “ Woi ! apa yang kau lakukan hah ??? ngak puas menyiksaku setiap hari
??? tunggu saja sampai aku patahkan leher kalian satu persatu seperti di
film-film horror ! “ tapi aku harus ingat , seberapa kuatnya kekuasaan musuhku
ini . maka , kutarik nafas dalam-dalam , dan kuhembuskan dengan pelan .
Tidak
cukup dengan air cucian pel , mereka memberikan sambutan baru di dalam kelas .
mereka dengan isengnya melemparku dengan debu kapur dan sampah kertas . sungguh
, ini benar-benar keterlaluan . memang susah bersabar begitu lama . aku
mendengar kata orang lain kalau “ jika kita mengabaikan perlakuan kasar orang
lain pada kita , mereka takkan mengganggu kita “ . tapi , kenyataannya . saat
aku membuka mataku , kenyataan benar-benar takkan berubah . apa yang sudah
ditakdirkan , takkan dapat diubah . ingin sekali aku berkata : “ seandainyya
aku tidak terlahir di dunia ini “
Mai pun
datang menghampiriku , dengan senyum setannya , dia menyiramiku dengan tepung
yang dicampur dengan parutan kepala bekas pabrik diatas kepalaku . ah , mengapa aku sesial ini ?
“ hahaha ,
kawan-kawan ! ada yang mau memanggang dia ke oven rumah kalian ? “ kata Mai
disambut hangat seisi kelas . kecuali Sayaka dan Sora . yang memang tidak suka
berinteraksi dengan yang lainnya .
Bukan
hanya Mai , Miura pun ikut mengaduk pembicaraan , “ ah , kau salah besar , Mai
! “
Mai
mengangkat alisnya , “ apa maksudmu ? jangan bilang kalau kau berada dipihaknya
! “ katanya diiringi suara “ huuu!! “ dari seisi kelas . awalnya , aku berpikir
kalau Miura sudah tobat karena selalu mengerjaiku . tapi ..
“ bisa-bisa
ovennya meledak karena ada dia didalamnya ! hahaha ! “ balasan Miura membuat
seisi kelas tertawa . hah ~ dari situ aku menyadari bahwa “ Miura “ akan ters
menjadi “ Miura “ . “ Miura yang menjadi langganan mengganggu Otomi “ .
Miura pun
melempariku dengan telur , penghapus papan tulis , dan sebagainya . dan
berkatnya , tubuhku menjadi terjatuh ke lantai karena keberatan . karena mereka
tidak puas dengan perlakuan Mai dan Miura , mereka menginjakku seperti serangga
. dan mereka benar-benar berdoa’ untuk kematianku .. kah ?
Pada
akhirnya , seperti yang kuduga atau tepatnya “ seperti apa yang biasanya terima
“ . segalanya berakhir di depan meja guru . Miura berengsek ! dia membuat
laporan palsu lagi-lagi-dan lagi . sudah berapa kali aku diblacklist oleh ...
GURU INI???
“ nona
Tenji . sejak aku mengajarimu dari SD hingga SMP , kau selalu membuat kekacauan
, dan membuat alasan palsu padaku . jujur , aku sudah muak mengajarimu . coba
kau contoh Miura atau Shizuka yang menjadi top kelas dan bebas masalah . masa’ menjadi murid
teladan saja sesulit itu ? aku tidak mengerti otak jahatmu “ kata Guru Kurimiya
, Guru yang mengajariku sejak SD .
Hayoolah ~
seandainya guru berada di tempat
kejadian . tapi, tetap saja sama yah ? karena blacklistku yang sudah segunung ,
bagi guru , jika aku disiksa sperti ini dianggap balas dendam . tapi , tapi ,
aku benar-benar tidak melakukannya !!! huaa~ entah kapankah waktu yang akan
datang dimana semua guru di SMP ini mengakui penderitaanku ?
“ Nona
tenji ? “ kata Guru Kurimiya menyadarkanku dari lamunanku .
“ ah , ya
? “ jawabku kebingungan .
“ maukah
kau berjanji untuk tidak melakukannya lagi ? kalau kau melakukannya lagi , kau
harus dikeluarkan dari sekolah ini .
Apa ?
dikeluarkan ? sejauh itu ??
“ tapi ,
Guru . aku jauh lebih memilih untuk keluar sekolah atas kemauanku sendiri dan
bukan ditendang kasar . asal guru tahu ... bagiku , keluar secara damai adalah
cara terbaik . aku sendiri sudah muak diperlakukan kasar begini . aku akan
menunggu saat dimana semua guru di sekolah yang penuh penderitaan dan darah ini
mengetahui kebenaran dan tidak membela sanak sendiri !!! “ kataku sambil
menangis . dan secara tidak sadar pula , kaki kurusku melangkah sejauh-jauhnya
dari ruang guru . meninggalkan Guru Kurimiya terdiam disana .
Aku sangat
kaget . ruang kelas tidak ada siapapun . dan tasku berhamburan dimana-mana .
buku-ku pun dicorat-coret oleh mereka . dan , eh ? dimana tas biola-ku ? kucari
seisi kelas , tidak ada dimana-mana . tidak mungkin ... ada dibawah jendela ?
Kulangkahkan
kakiku perlahan-lahan mendekati mulut jendela dan kulihat kebawah jendela .
kyaaaaaaaaaaaaa!!! Beneran ada di bawah jendela ! aku tak dapat mengulur waktu
lagi . kakiku berubah menjadi kaki rusa yang berlari dengan sangat cepat hingga
sampai tujuan . kucek dengan baik . apakah biolanya tidak apa-apa ? bow nya
tidak cacat , badan biolanya juga , senarnya tidak rusak . kuputuskan untuk
mencoba mengetes suaranya tidak cacat dengan memainkan lagu Vivaldi – Four
Season dan Summer .
“ tidak
kusangka bahwa hari itu menjadi awal dari takdirku yang sebenarnya “
kapan part 2 dipost?
BalasHapus