Minggu, 22 Juli 2012

Cerbung Vitula Series 1 : My Precious Sound Part 3 FINAL

Vitula , My percious sound ( ビツラ、わたしの大事の音 / Vitula , suara berhargaku )
Part 2
Avira
Kanashimonogatari-novel.blogspot.com
***************************************************************************************

Badan kurus Otomi menjadi kaku seketika . butiran bening jatuh dari air matanya . pergelangan kakinya lemas hingga bersimpuh diatas kerasnya tanah yang penuh bebatuan . melihat tubuh orang yang dicintainya dibanjiri oleh darah yang tidak sedikit . nafasnya mulai tersengal seakan-akan dia merasakan sakit yang sama . Otomi menelan ludah . badannya menjadi panas seketika dan bergetar dengan dasyat .pelan-pelan , Otomi mendekati Sora dan mengangkatnya .
“ Seseorang ? tolong ! siapa saja ! tolong ! aku mohon ... tolong ! aku mohon ... to .. tolong ... “ pekik Otomi tanpa dihiraukan oleh siapapun .
Sora masih meringis sakit . darah yang bercucuran dari kepala hingga kakinya tak berhenti sejak tadi . dia tidak menghiraukan Otomi yang sangat mencemaskannya . dia hanya menutup matanya dan berusaha untuk bernafas seperti biasa sambil memegangi dadanya .
“ Sial , padahal .. hari terakhirku masih begitu lama .. “ ringis Sora .
Otomi tersentak, “ kau tidak apa-apa ? tunggulah sampai aku meminta bantuan untuk membawa ambulance . “ kata Otomi dengan suara yang sudah lemah .
Otomi meninggalkan Sora di bangsal kosong . tidak lupa memberinya air minum dan roti yang ada di tasnya . sora tidak menyentuh makanan dan minuman itu sekalipun .
“ Aku tidak lapar .. cepatlah . “
Dengan langkah secepat hyena , Otomi berlari berkeliling mencari bantuan . sayang sekali tidak ada yang memperdulikannya . bahkan orang-orang yang dimintai tolong mengusir Otomi atau menghina Otomi .
“ Buat apa kami menolong orang yang sengaja menabrakkan diri ? “ jawab salah seorang ibu-ibu yang dimintai bantuan sambil menyiram Otomi dengan air bekas cucian beras . Otomi menahan tangisnya dan tetap berjalan . namun tidak ada satupun yang ingin menolong .
Terpaksa , Otomi menghampiri Sora dengan tangan kosong . hatinya luar biasa hambar karena tidak bisa menolong orang yang berharga baginya .
Sora tersenyum kesal sambil berkata ,  “ kau memang tidak berguna .. uhh~ sekarang darahnya semakin banyak keluar ... kau ini tidak bisa apa-apa ... “ keluhnya jengkel .
Otomi terus menunduk meminta maaf . dengan sigap Otomi menarik Sora dan menggendongnya di punggungnya dan mengantarnya ke Rumah Sakit terdekat dengan berjalan kaki . otomatis , Sora kaget . mana mungkin pria digendong perempuan ? harga dirinya seakan melayang . tapi , melihat keadaan saat itu , tidak mungkin menolak . lagipula dia sudah tak bisa bergerak bebas . kalau dia bisa bergerak , dia ingin sekali menendang Otomi karena sudah seenaknya .
“ Aku sudah .. hh~ 2x berhutang padamu ... maaf “ sahut Sora dengan ekspresi dingin .
“ Tidak .. justru aku minta maaf karena timingnya tidak tepat .. dan .. tidak bisa melakukan apapun untuk Sora “
“ Apa maksudmu ? “
“ Aku selalu bermimpi untuk menjadi temanmu “
Sora tertawa kecil . dia sudah tidak bisa tertawa dengan lebar lagi . seisi badannya sudah begitu lemas .
“ Hei sora , aku ingin sekali lho , memainkan biola untukmu . aku ingin sekali memainkan lagu yang kudengar didalam dirimu . kuakui , suaramu sangat bagus dibanding suara manapun yang kudengar dari orang lain “ aku Otomi .
Sora merenggangkan badannya ,dan tertawa . dia berkata , “ kau ini mau menggodaku apa ? hei , aku ini laki-laki , dan kau perempuan . apa enggak terbalik ? tapi kalaupun tidak , aku tak mau menggodamu . “
“ Hahaha .. tentu saja . aku tahu kok .. aku tidak menarik , dan aku jelek . tapi , sejak aku melihatmu di Kontes Recital Biola dulu , rasanya pertama kali merasa bahagia dan ... “
Belum sempat melanjutkan kata-katanya , langkah Otomi terhenti . sejenak , tubuh Sora terasa berbeda . dengan lembut , Otomi menidurkan tubuh Sora di jalanan dan mengecek pulsa ( detak jantung ) dan nafasnya . setelah mengecek keduanya , Otomi menjadi luar biasa cemas dan kaget .
“ Sora ? Sora ! buka matamu , Sora ! hei Sora ! SORAAAA!!!aku mohon .. tolong buka matamu .. jawab aku , Sora ! Sora ! kenapa ??? kenapa segala yang aku sayangi meninggalkanku ?? Sora ! aku mohon padamu Sora .. Sora ! enggak .. enggak boleh ! kau enggak boleh ninggalin aku sendirian di dunia ini Sora !? Sora .... so .. sora .. huaaa! Huhuhu .. sora hh~ “
Kulit putih Otomi telah bercampur dengan merah darah . gadis malang itu tak berhenti-hentinya menangisi nasibnya . mengapa hal ini harus terjadi padanya ? sudah cukup kehilangan kasih sayang ayahnya dan kebaikan sahabatnya . kini dia harus kehilangan seseorang yang berharga baginya saat itu. Tangisannya mengundang langit untuk ikut menangis bersamanya . menghujani gadis menyedihkan itu dengan sejuta rintik hujan yang menusuk-nusuk kulitnya . Otomi tenggelam dalam luka mendalam . luka yang dinamakan , “ Luka Cinta Pertama “
***
Hari demi hari berlalu , sejak kematian Sora . Otomi tak sanggup lagi menahan lukanya . hatinya sungguh hambar . tidak melihat sora seharipun saja sudah luar biasa menyakitkan . apalagi untuk selama-lamanya ,
“ Sora .. aku tak bisa hidup tanpa suaramu .. suara yang berharga bagiku “ renungnya sambil membawa pisau dengannya dia berjalan menuju suatu petak sawah yang tengah sepi .
“ Sora ... tanpa dapat mendengarkan suara indah dari dirimu saja membuatku teriris-iris ... jika .. jika aku tidak bisa mendengarkan suaramu lagi untuk selamanya .. untuk apa aku hidup di dunia ini ? aku hidup karena suaramu ... karena itu .. aku takkan bisa hidup tanpa suaramu ... suara yang melampaui permainan Niccolo Paganini dan Vivaldi ... suara yang takkan kutemui sepanjang hidupku ...  “ katanya dalam hati .
Sesampainya  di petak sawah yang cukup sepi , Otomi mulai menyiapkan Pisau ditangannya . digenggam eratnya pisau itu dan kilalungkannya di nadinya sambil berteriak putus asa , “ aku tidak mampu menyelamatkanmu .. aku tak pantas hidup jika tidak bisa menyelamatkan hidup orang yang sangat kusukai .. orang yang sangat kukagumi .. seumur hidupku .. hanya kaulah yang dapat menepiskan lukaku .. luka masa laluku .. sora ! “ baru saja ingin menyayat tangannya , dia mendengar suara yang tak asing baginya , suara biola yang diselubungi cinta . diam-diam dia berdiri dan mendekati suara itu . dilihatnya 2 anak laki-laki dan perempuan . yang perempuan memainkan biola untuk si laki-laki .
Saat si perempuan selesai memainkan biolanya , si laki-laki bertepuk tangan untuknya . laki-laki selalu memuji si perempuan . melihatnya , Otomi menjatuhkan pisaunya dan menangis tersedu-sedu .
“ Bagaimana aku bisa sebodoh ini ? “ pikirnya .
Pada saat yang sama , terbayang saat-saat dirinya memainkan biola dan Sora menonton dan bertepuk tangan untuknya , saat-saat dia memainkan biola untuk Sora dirumah sakit , dan saat Otomi mencurahkan segalanya pada Sora sebelum Sora menghembuskan nafas terakhirnya .
“ Aku memang tidak pantas menjadi temanmu ya , sora ? jika aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku sekarang .. aku ..b odoh khan ? “ katanya melemah . dan dalam saat yang sama , Otomi memutsukan untuk menjadi yang terbaik agar suatu saat jika dia pergi ke dunia sana , dia pergi sebagai gadis yang sempurna .

Tahun demi tahun berlalu , Otomi sudah menginjak bangku tahun ketiga Sekolah Menengah Atas . dengan waktu yang terus mengalir , sedikit demi sedikit , luka dihati Otomi berkurang , sekalipun masih terkenang .
Kehidupan sekolah sekarang berbanding terbalik dengan sekolah menengah pertama dulu. Jika SMP dia dijahati , di SMA Otomi justru disayangi . dikelilingi sahabat yang baik , dikenal banyak guru ,, sungguh dunia yang indah .
Ibu Otomi mengambil pekerjaan sampingan berdagang makanan di rumah . dagangannya cukup laku . Ibu Otomi berjuang untuk membiayai uang sekolah adik Otomi , Ryou . Otomi mendapatkan beasiswa karena kecerdasannya jadi tidak perlu membiayai uang sekolah lagi .  walaupun hanya hidup bertiga , Ibu Otomi terus berjuang demi anaknya . tanpa peran suami disampingnya , membuat Otomi bangga padanya .
“ karena mu , aku mendapatkan kehidupan sebegitu indahnya “
Hari itu , Otomi mendapatkan e-mail dari seseorang . isinya  “ bisa bertemu di Shibuya Orange sebentar ? “ tanpa alamat pengirim yang jelas . Otomi cukup cemas . apakah itu stalker ?  dalam hatinya , sangat takut . akan tetapi , yang paling menakutkan adalah rasa penasarannya yang memuncak . maka dari itu , Otomi segera mengambil ponselnya dan pergi ke tempat yang dimaksudkan .
Sesampainya di jalan Shibuya Orange , Otomi berdiri sambil memandang sekitar . apakah ada seseorang yang mungkin dikenal . lama mengintai , ada bayangan sosok yang tidak asing . semakin dekat , mendekat , dan mendekat . Otomi terkejut karena ternyata sosok itu adalah Ibu Sora . wanita paruh baya yang secantik Namie Amuro itu menghampiri Otomi dengan nafas yang sudah tersengal-sengal . keduanya duduk di tepi jejalanan . tampaknya , selama 3 tahun berakhir , airmatanya sudah kering oleh waktu atas kehilangan putra satu-satunya . Nyonya Sakaguchi menyerahkan sebuah tas biola yang sejak tadi ditentengnya pada Otomi dengan senyuman yang indah . tentu saja , Otomi bingung . apa maksudnya ini ?
“ Sewaktu sora tahu kau melelang biolamu demi membayar lunas biaya perawatan Rumah Sakit , dia menyuruhku untuk memberikanmu yang baru jika dia tak ada . katanya , dia tidak ingin berhutang terlalu banyak pada temannya . “ kata Nyonya Sakaguchi .
‘ teman ‘ ? mata sipit Otomi tiba-tiba berubah menjadi besar . apakah aku tidak salah dengar ? pikirnya .
Nyonya Sakaguchi meraih tangan Otomi sambil tersenyum tulus , “ Sora .. sangat merasa bersalah .. karenanya , kau mengundurkan diri untuk melanjutkan impianmu menjadi violinist pro . katanya , dia ingin mendengarkan permainan biolamu lagi . maka dari itu .. tolong .. terimalah .. dan mainkan biola ini untuknya ,,. di surga “ pinta Nyonya Sakaguchi sambil menahan tangisnya .
Wanita itu semakin menggenggam erat tangan Otomi , matanya kian lembab karena tidak mampu menahan air mata yang dibendung lagi , “ sora .. membuat biola ini untukmu .. dia mencari tahu cara membuat biola di internet dan memakai seluruh uang tabungannya untuk membeli bahan dan alat .. walaupun selalu gagal , dia terus berusaha untuk membuatkan satu yang paling sempurna untukmu sebagai rasa terima kasihnya .. walaupun dengan nafas .. dengan nafas yang sudah tak tentu .. sora .. dia .. terus meneruskannya sampai selesai . ah , mungkin tidak sebagus yang dulu kamu lelang , akan tetapi terimalah .. “  setelah berkata begitu , Nyonya Sakaguchi berlari pulang .
Otomi tak kuasa menahan air mata . kali ini bukan air mata kesedihan , melainkan air mata kebahagiaan . ternyata , tidak disangka Sora yang segitu dinginnya menyisahkan tempat untuk Otomi di kehidupannya .
“ terima kasih .. sora .. terima kasih .. aku .. akan memainkan biola lagi untukmu .. aku .. hiks .. akan menggelar private concert setiap hari untukmu .. terima kasih .. terima kasih .. “ kata Otomi . tangannya dengan kuat memeluk erat biola itu .
Seperti apa yang dikatakan Otomi , Otomi meneruskan impiannya yang dulu terkubur bersama luka hatinya dengan gesekan biolanya yang indah . pada siang hari sepulang sekolah , dia sengaja pergi ke SMP nya dan memainkan biolanya ditempat dimana dia sering melihat Sora disana . setelah itu , dia pulang sambil mencari tahu perlombaan musik dan mencoba untuk ikut . dengan kepercayaan diri dan dorongan yang kuat dari orangtua dan sahabat , Otomi mencapai puncak dari kesuksesan . sebagai Violinist yang menghilang selama 4 tahun muncul kembali ke permukaan sebagai Violinist muda berbakat .
Luka hati Otomi telah berubah menjadi kisah cinta yang selalu dikenang oleh Otomi , baginya , setiap duka pasti ada hikmahnya . dan Otomi terus menjaga keutuhan cinta itu , selamanya dihatinya . sesibuk apapun Otomi dengan jadwal perlombaan atau recital , Otomi tak pernah lupa untuk memainkan biola di tempat yang selalu didatanginya dulu , tempat dimana Otomi memandang Sora yang asik membaca buku sendirian dulu . mengenang kenangan masa lalu dengan dibaluti melodi lembut biola .
“ Aku berharap ... suara itu .. takkan pernah berakhir .. suara yang kusukai ... suaramu , Sora ... dalam keabadian di hatiku “

~FIN~



“ sebagian dari kisah di cerpen ini adalah kisah nyata . jika ada kesalahan , mohon kritik dan sarannya 
By : Avira { Author }



Tidak ada komentar:

Posting Komentar