Sinopsis Cerpen Indo-Jepang pertama di blog kami , “ If War Never Happen “
“ seandainya perang tidak terjadi ,
Aku takkan mengetahui apa itu cinta .
Seandainya perang tidak terjadi ,
Aku takkan bertemu dengannya .
Seanndainya perang tidak terjadi ,
Aku takkan menemukan laki-laki sebaik dirinya .
Dan seandainya perang tidak terjadi ,
Aku takkan merasakan sakitnya kehilangan “
Mawar hanyalah gadis kampung dengan 6 bersaudara . ayahnya menjadi korban romusha selama 2 tahun tanpa diberi kabar sekalipun . sang ibu berusaha keras menghidupi anak-anaknya dengan tinggal di pedesaan kecil di tengah hutan .
Di tengah peperangan , mawar tidak pernah melupakan cita-citanya . bersekolah . dengan bekal cukup , mawar merantau ke jayakarta demi berburu pendidikan . tapi , baru saja melewati perbatasan hutan dan desa yang dikuasai penjajah Jepang , Mawar ditahan karena dianggap sudah merampok barang-barang dari atasan mereka . dengan kasarnya Mawar diseret paksa oleh prajurit-prajurit Jepang yang tak lain bangsa pribumi sendiri .
Sungguh tak disangka , kejadian itu justru menjadi awal dari kehidupan Mawar yang sesungguhnya . Takemura Soijimura , anak sulung dari seorang perwira Jepang menyelamatkannya dari prajurit bawahan ayahnya dan memboyongnya ke kediamannya . di kediaman Soijimura , Mawar diperlakukan dengan sangat baik . keduanya sering berbagi pengalaman dan cerita bersama-sama . terlihat sangat jelas keduanya tengah dilanda perasaan campur aduk .
Kekuatan cinta mereka pun diuji . sewaktu ayah soijimura kembali ke Indonesia untuk menjalankan perintah dari Kaisar Jepang saat itu , dia bertemu dengan Mawar dan hendak membawanya ke Jepang . awalnya Soijimura setuju , akan tetapi ternyata Mawar dibawa dengan tujuan menjadikannya istri ( ibu tiri Soijimura ) tentu saja Soijimura tidak setuju dan memutuskan untuk melarikan diri dengan Mawar .
Segalanya tidak berjalan dengan mudah , ayah soijimura membayar sejumlah pembunuh bayaran untuk mencari mereka . keduanya berhasil menemukan satu desa . akan tetapi diusir secara paksa oleh penduduknya karena melihat tampang soijimura yang juga orang Nippon (日本) . mawar dibawa oleh salah satu penghuni desa dan mengizinkannya tinggal disana . soijimura tinggal diluar desa tepat di dekat air terjun dan membangun rumah sendiri di epi air terjun . setiap malam , Soijimura menemui Mawar diam-diam melewati jendela .
Malam itu , Mawar menunggu soijimura akan tetapi dia tidak datang . dia memakai alasan mengambil air di tepi air terjun . saat dia di air terjun , dia menemukan rumah Soijimura berantakan dan porak poranda . bercak darah dimana-mana . dan tubuh dingin Soijiro ditemukan tergeletak di atas batu dengan segenggam bunga mawar ditangannya . ketika Mawar membalikkan tubuhnya , ada tulisan dengan darah oleh soijimura : “ maafkan aku karena terlambat. aku tahu aku tidak bisa bertemu denganmu lagi . tapi , tolonglah , jaga bunga ini untukku . karena , jika kau merindukanku , pandanglah bunga ini “
“ すみません、四国だ。俺わ差、俺たちわもう身度と藍内。でも、おねがい、この花守る手。だって、今あなたおれとあいたかった、この花お見てください“
Sejak saat itu , mawar kembali ke kampungnya dan menanam bunga mawar itu di pekarangan halaman rumahnya . melupakan keinginannya untuk bersekolah dan hidup sendirian . sampai suatu hari , dia bertemu dengan orang yang sangat mirip dengan soijimura dan menikahinya . keduanya hidup bahagia di tengah peperangan yang tidak berlangsung lama .
Walaupun memiliki pria lain , mawar tidak pernah melupakan bunga itu . setiap hari , dia merawatnya , dan terkadang tetangga sering menemukannya tengah berbicara pada bunga itu .
“ えいえん に“
Story by : Avira
atashinodaijinooto.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar