Selasa, 08 Januari 2013

Vitula 3 REMAKE : 3 Part 2


Karena aku bertemu denganmu ...
Untuk pertama kalinya aku merasakan kehangatan ...
Karena bertemu denganmu ...
Aku mengerti rasa kehilangan sesosok wanita ...
Karena bertemu denganmu ...
Aku harus mengalami kepedihan yang sama ...
Apakah harus ... kita dipertemukan akan tetapi ditakdirkan berbeda seperti ini ?
@Note 3@
Until I Noticed It [ Part 2 ]

Sara membantingkan kepalanya sendiri keatas pianonya . Dengan keadaan yang sangat menyedihkan . Dia sudah pernah mengorbankan perasaannya kepada sesosok wanita demi keluarganya dan mengubur jauh nama Nakamura Sora . Tapi dia tidak menyangka berada sedekat ini dengan gadis yang dicintainya .
Memang benar kata orang . Cinta pertama itu adalah racun ... “ katanya sambil menggigit ujung buku partiturnya karena kurang kerjaan .
Kaki disilangkannya . Duduk diatas kursi balkon . Menghirup udara segar . Dengan sekuat tenaga menenangkan pikirannya yang kelam . Terbayang sosoknya di masa lalu yang menyedihkan . Sosok yang terus ditutupinya hingga memikirkannya saja sudah membuat tubuhnya bergetar ketakutan .
Sang Ayah yang selalu dibanggakannya telah mengorbankan darah dan liver untuknya . Sejak kecelakaan itu , Sara kekurangan darah begitu banyak . Ditambah penyakit hatinya yang mulai ganas disaat yang sama . Ketika dirinya mulai membuka matanya . Tubuhnya sudah terbaring lemas diatas kasur Rumah Sakit yang keras .
Sang Ibu dengan setia berada disampingnya . Melihat tubuh putranya mulai bergerak , Sang Ibu sangat bahagia dan memeluk tubuhnya dengan eratnya . Apalagi putranya tercinta sudah tertidur lemas selama 3 tahun lamanya . Ibu mana yang tidak senang walaupun hanya satu jari yang bergerak ?
Sora .. kamu gak apa-apa , nak ? sudah tidak sakit lagi ? sudah tidak sakit lagi ?syukurlah kamu sudah sadar ... anakku sayang .. “ kata Sang Ibu dengan butiran bening yang mengalir dari pipinya yang putih dan lembut .
Sara mulai menggerakkan tangannya . Meraih Ibunya . Sang Ibu menggenggam erat tangan Sara dengan bahagianya . Sara pun menangis bahagia .
Sara menggerakkan kakinya . Menatap sekeliling dan bertanya , “ Ibu , Ayah kemana ? “
Sang Ibu tak menjawab . Dirinya diam seribu bahasa . Terpasang wajah sedih dan duka yang mendalam . Sang Ibu semakin keras memeluk putranya
Dengan berat hati , Sang Ibu menjawab , “ Maaf Sora .. Ayah .. Ayah sudah meninggal ... “
Sara terdiam kaku . Tangannya dijatuhkan dan menghantamkan tubuhnya kekasur . Badannya bergetar dengan dasyatnya karena mendengar hal yang tidak mungkin terjadi . Terutama sosok Ayahnya adalah sosok yang selalu dibanggakannya dan dijadikannya pacuan untuk maju . Dan Sang Ayah sudah tak ada .
Ayah ... kenapa ? ... Ayah sangat sehat .. “ kata Sara terpatah-patah .
begini , Sora . Karena kecelakaan itu .. kamu kehilangan banyak darah ... livermu semakin rusak ... dan ada beberapa syaraf yang lecet .... dan ada juga syaraf yang sudah tidak berfungsi .. tapi kamu masih punya harapan hidup jika ada yang mendonorkan darah yang cukup dan liver padamu .. “ jawab Sang Ibu .
Tangannya berhenti bergetar , bergantikan tangis yang dasyat . Dirinya bimbang tuk menanyakan . bahwa , ‘ jangan-jangan Ayahlah yang mendonorkan darah dan livernya ‘
Tak lama setelah kejadian bahagia yang berubah menjadi duka mendalam . Paman Sara pun datang ke rumah Sara . Sara yang mendiami dirinya dengan memainkan piano setiap harinya , membayangkan saat dimana dia bermain piano bersama sang Ayah. Paman Sara prihatin atas kondisinya yang bertambah buruk .
Dengan jari-jari yang menekan tuts piano dengan lemah , Sara bertanya kepada Pamannya yang sudah berada di sudut kamarnya  , “ Semalam aku bermimipi bahwa Ayah ada disini memainkan piano “
Paman Sara menghampirinhya dan menamparnya dengan keras . Sara kaget karena tamparan yang dasyat , dirinya sampai terpelanting dan terbaring diatas lantai .
Tangan Paman Sara bergetar , mulutnya mulai mengeluarkan kata-kata :
Jangan pernah sebut-sebut ayahmu lagi , Sora ! Ingat ! Publik sudah menyiarkan kabar bahwa ayahmu keracunan . Jika ada yang mengetahui kebenarannya , kau akan dimusuhi seluruh Jepang ! Ayahmu adalah politikus dan Duta besar , sekaligus Guru besar Universitas Stradivari yang terkemuka di Jepang !Mendengar kabar bahwa ayahmu meninggal sudah membuat seisi Jepang menangis . Kau harus hidup sebagai orang lain . Lupakan masa lalumu semasa SMP dan kembalilah memulai dari awal sebagai Nakashiki Sara ! di Jepang , pemuda jenius kebanggaan Jepang bernama Nakamura Sora sudah meninggal ! “ kata Paman Sara dengan volume keras .
Sara terdiam . Dia tidak pernah melihat Pamannya memasang raut wajah seperti itu , bahkan menamparnya . Sara mengelus pipinya dengan lembut . Dan matanya pun berkaca perlahan. Melihatnya , Paman Sara menyesali perbuatannya dan memegang pundaknya . Sara melihat kedalam mata Paman yang disayanginya dan terkejut . Pamannya ternyata ingin menangis . Padahal Sang Paman dikenal sebagai pria yang tegar dan berhati baja .
Sora , Ayahmu tidak berharap bahwa dengan mendonorkan livernya kau harus menyekiti dirimu sendiri . Ayahmu tidak melakukan pengorbanan yang sia-sia . Ayahmu itu cerdas , dan dia mempercayakan hidupnya padamu . Hiduplah dengan baik sesuai keinginannya dan keinginan kami . “ Kata Paman Sara . Sara bangkit dan menyapu celana panjangnya . lalu dia berkata , “ Paman , aku akan menuruti apapun kata Paman . Tapi , untuk terakhir kalinya , izinkan aku memberikan sesuatu kepada orang yang akan segera kulupakan keberadaannya keesokan harinya . Jika Paman mengizinkannya , aku akan dengan patuhnya menuruti kemauan Paman untuk memulai hidup baru sebagai Nakashi entah apalah itu “ .
Pama Sara merengut dan mengangguk , “ Baiklah , tapi pinta saja Ibumu mengirimkan barang yang mau kamu kirik itu . Mengerti ? “ Setelah berkata begitu , Paman Sara mengambil coat-nya dan pergi .
Bagi Sara , membuang identitas aslinya dan memulai kehidupan baru sebagai Nakashiki Sara adalah hal yang sulit . Seperti melarikan diri dan membuang segala kerja kerasnya selama ini . Maka dari itu , dia berusaha . Dengan patuhnya , diikuti kata pamannya itu . Dengan dalih menyelamatkan keluarganya dari ancaman ‘ Berita palsu kematian Nakamura Kishou ‘ . Sara pun membuka pintu kamarnya dengan tergesa-gesa . Mengambil sebuah violin-case diatas lemari bukunya yang terletak disamping kiri pojok kamarnya . Diusapnya violin-case itu dan dibukanya isi violin-case itu .
Ini yang terakhir . Terima kasih atas segalanya dan Maaf , Tenji “ ditutupnya kembali violin-case itu dan menyerahkannya ke Ibundanya dengan tatapan kesedihan .
Bu , bisakah Ibu mengirimkan biola ini untuk Tenji Otomi ? Paman yang menyuruhku “ pinta Sara . Ibu Sara mengangguk pelan dan violin-case itu mulai berpindah tangan . Ibu Sara tersenyum sambil berkata , “ Kamu sudah banyak mengalami penderitaan . Ibu tidak bisa melakukan apa-apa ... Ini adalah hari terakhirmu sebagai Nakamura Sora . Jadi Ibu akan kabulkan apapun permintaanmu , nak “ . Keduanya pun berpelukan erat sambil terlarut dalam keharuan dan kesedihan .
Hari demi hari berlalu , Sara memulai hidup baru sebagai ‘ orang yang baru ‘ . Sara memulai dari memanfaatkan bakat menggambarnya untuk menjadi komikus dalam Penerbitan terkenal . Dan berkat karyanya , dia tidak sengaja mendapatkan bayak kenalan dari berbagai Universitas Musik terkenal sebagai referensi komiknya .
Berkat saran sahabat barunya di penerbitan , Sara masuk ke Universitas Stradivari , Universitas disaat ayahnya menjadi guru besar . Karena kejeniusannya , dia bisa memainkan hampir seluruh alat musik yang disodorkan padanya dengan batas waktu sehari penuh . Tapi sara tetap fokus ke piano . Dan melamar ke sebuah agensi entertainment di Jepang . Ditambah lagi Sara  diterima sebagai pianis dan pemusik latar sebuah orkestra atau panggung musik beberapa musikus terkenal . Tidak puas akan kariernya , Sara mencoba untuk meneliti beberapa panggung musik yang sedang terkenal di-Jepang saat itu .
Tapi , tujuannya yang sebenarnya adalah mencari orang yang dulu disukainya . Namun pastinya dengan identitas palsu ‘ Nakashiki Sara ‘ , Dia terus menghadiri beberapa konser recital diberbagai panggung klasik . Tidak hanya recital , dia juga menjadi juri dan penonton di berbagai violin concours di berbagai kota dan negara .
Tujuannya berakhir pada sebuah konser yang diselanggarakan Hayashi Conservatorio Hall . Disaat dia bertemu dengan seorang violinist yang memainkan lagu dengan permainan , intonasi , dan nada yang sama dengan sosok yang disukainya dimasa lalu . Namun , dengan tangan yang dikepal dengan kuat , dia melupakan pertemuan itu dan memutuskan untuk bergerak maju .
Dengan bantuan kenalan yang sama dengan saat mendaftar ke Universitas Stradivari , Sara mendapatkan penawaran untuk menjadi pengiring pengganti seorang violinist yang berhenti karena alasan pribadi . Awalnya Sara menanggapinya dengan tidak serius dan iseng untuk menghabiskan waktu dan menambah pengalaman .
Lagipula kalau kuterima , dan aku berhasil , aku bisa diterima di perusahaan atau agensi musik yang paling bagus dan penawaran yang lebih menarik . Lagipula karena dia terkenal , pasti saat kujual namaku bakal diterima di panggung yang lebih bagus pikirnya .
Namun , pilihannya merupakan gerbang takdir ke-3nya . Violinist yang akan diiringi oleh permainan pianonya ternyata violinist yang membuatnya kagum . Violinist yang dipanggil Ten-sama oleh fansnya dan terkenal melalui video yang menarik perhatian .
Perkenalkan , nama panggilanku Ten . Mohon bantuannya “ kata gadis violinist yang menjadi partner-nya .
Senyuman gadis violinist itu sedikit demi sedikit mengiris hati Sara . Kata-katanya , penampilannya , cara berpikirnya , dan bakatnya ... telah berubah menjadi pisau yang sangat tajam untuk melukai hati pria berumur 19 tahun itu akan traumanya .
Dalam hati , Sara berfikir : Mengapa harus dia ? jika terus bersamanya , aku akan terus mengingat hal yang tidak seharusnya . Dan melanggar janji yang kupegang dengan Paman ,
Sara terus mengiringi permainan biolanya dengan harapan “ Dia bukan gadis itu . Tidak mungkin aku bertemu dengannya . Sekalipun benar , Aku akan tetap berharap dia bukan gadis itu . Dan kumohon padamu , menjauhlah dariku “
Namun  , segalanya menjadi jelas setelah kejadian malam itu ...
Tenangkan dirimu , Ten ! kau tidak bisa ... “ Kata sara terhenti diujungnya . Badannya seakan digetarkan oleh perasaan yang dialirkan oleh Ten . Badannya sampai ikut merasakan getaran yang dasyat . Dan kemarahan yang pekat . Sara sudah tahu bahwa jika dia menghentikannya sekarang , gadis itu akan sangat liar dan siap membunuh siapapun mendekatinya . Sara penasaran , ‘ Apa arti biola itu sampai membuatnya sekejam dan seliar ini ?’
Ten , aku takkan mengentikanmu untuk sekarang . Tapi izinkan aku bertanya padamu .” kata Sara .
Ten terus berjalan .
Jangan habiskan waktuku untuk menjawab pertanyaan bodohm ..”
Seberapa besarnya keberadaan biola itu dan seberapa besar pentingnya biola itu bagimu ? hingga kau bertindak sejauh ini ? “ sela Sara .
Langkah Ten terhenti . Matanya mulai menitikkan air mata dengan lembutnya . Badannya berhenti bergetar , namun berganti tangan dan rahangnya yang bergetar . Digigit ujung bibirnya dengan gigi putihnya . Sara kaget dengan ekspresi yang baru pertama kali ini dilihatnya dari sosok seorang ‘ Ten-sama ‘. Dia menjadi merasa bersalah sudah membuatnya sedih seperti itu . Tapi jika dia tidak tahu , takkan memecakan masalah yang menghantui hatinya saat itu .
Violinist itu membalikkan tubuhnya dan menjawab , “ Biola itu aalah peninggalan terakhir orang yang aku sukai .. dia membayarnya sebagai ganti atas biola yang dulu kujual demi membiayai pengobatannya . Pada akhirnya , aku merasakan keberadaannya melalui biola itu .. tapi ... “
‘ Merasakan keberadaan ‘ ? memangnya orang yang kau sukai itu kemana ? sampai kau menjadikan biola itu pengganti dirinya ? ah , aku tahu !  kau ditolak olehnya dan dia pindah ke luar kota atau semacamnya ? “
Jangan bicara seakan kau tahu segalanya tentangku ... kau tahu apa tentang gadis yang dengan mata-kepalanya sendiri menyaksikan orang yang dicintainya , satu-satunya orang yang menyelamatkan hidupnya dari dilema keluarga berkepanjangan ... TERBUNUH , BERLUMURAN DARAH DIDEPAN MATANYA ? KAU TAHU APA ? “
Sara tersentak , dia baru mengetahui luka terdalam hati Ten yang dikenalnya sebagai violinist manja tidak tahu diri . Dan ...
Tunggu dulu .. jangan-jangan ... kau ...Tenji Otomi ? “
Iya ! “
  Siapa nama orang yang kau sukai itu ... ?”
Otomi menggigit bibirnya . Mukanya berubah menjadi merah .
Na .. Nakamura Sora . Tapi bukankah sudah cukup ? kau tidak perlu menanyakannya lebih lanjut ! Kau tahu apa tentang aku ? sudahlah , biarkan aku sendirian ! “
Pada umumnya , jika seseorang melihat ekspresi dan ledakan emosi Ten , pasti akan ikut prihatin atau membantunya . Namun , mata sara berubah . Bibirnya ditarik ke samping . Wajah kemenangan .
Akhirnya aku menemukanmu ...Tenji “
                                                                      ***
Sara bangkit dari kursi dan keluar dari dunia lamunannya . Dia pun sadar , sekalipun menemukannya , tidak ada guna baginya . Karena pada akhirnya , dia harus menyembunyikan keberadaannya .
Sudah kuduga , keberadaanku harus menghilang darinya “

d� t I C D� ��� i-language:IN'>Part 3:
·        Part 4 :
·        Part 5 FINAL:

Didistribusikan ........ ( eh , lebay banget ya ? ) / karya asli dari author dan non-copy-paste langsung dipost oleh http://vitulaseries.blogspot.com/ .

Senin, 07 Januari 2013

Vitula 3 REMAKE : 3 Part 1


Note 3
Until I Noticed It [ Part 1 ]
_Moni’s part
Ini adalah ke-17 kalinya bully yang kuterima seminggu terakhir ini . Terburuk adalah saat recital waktu itu . Partitur punya Dwiki hilang saat lampu mati seketika . Buku koleksi partiturku juga hilang 7 buah . Dan semuanya lagu-lagu karya violin virtuoso favoritku . Dan aku ingat jelas orang yang mengambilnya . Orang itu adalah sainganku yang menggantikanku di panggung ini , Bunga Andrasari . Dia tidak sepandai aku sewaktu pertama masuk . Dan dia sadar itu . Aku tahu niat jahatnya . Apalagi saat posisi violinist favorit dan utama kembali padaku .
Kutemui di rumahnya , dia malah melarikan diri . Aku terus mengejar untuk mencari tahu lebih alasan mengapa dia melakukannya . Aku ingat jelas . Sekalipun dia iri padaku , Dia tak pernah menjahatiku . Aku pikir lebih baik tidak perlu kutanyakan . Daripada gara-gara hal ini , Dia dipecat sungguhan dan keluar dari panggung ini . Toh , aku cuma mau menyelesaikan masalah ini .
Sekarang , album partitur cadangan kusimpan di tas biolaku . Dan aku selalu membawa biola denganku kemana-mana . Jadi singkatnya , jika ada yang berniat mencurinya dariku , mereka harus berhadapan denganku langsung .
Tapi , sejak aku melakukan trik itu yang dengan sangat terpaksa kuakui adalah ide Dwiki si pengiring spartan , tidak ada tanda-tanda lagi . Aku senang sekaligus kecewa . Kenapa kecewa ? karena aku yakin tidak hanya Kanato yang berada dalam kasus ini .
Aku hanya duduk terdiam di sudut ruang lesson . merenungkan strategi apa yang harus kulakukan berikutnya . Walaupun aku tahu seharusnya aku fokus pada recital berikutnya dan menghindari kejadian ini terjadi lagi di kemudian hari . Mau gimana lagi ... aku sudah stress !
Tiba-tiba , lampu mati . datang juga ...
“ Siapa ? siapa disana ? hah ? jawab aku ! “
Suara jejak kaki mulai terdengar jelas . Ini dia !
“ Hei ! apa yang kau lakukan ? “
Eh ?
Rasanya aku kenal suara ini ....
Lampu pun hidup kembali .. dan ...
“ HUARGHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!”
“ Apa yang kau lakukan hah ? latihan militer ? “
Dwiki ... apa yang dia lakukan DISINI  di jam BEGINI ?
“ Aku dengar listrik padam begitu sering . Jadi aku mengecek . Tiba-tiba aku diterkam oleh harimau yang entah siapa “
Maafkan aku .. aku kira kaulah orang selain Bunga . eh , tunggu ..
“ APANYA YANG HARIMAU HAH ???” pekikku keras .
Tapi , lho .. “ apa kita pernah bertemu sebelum recital waktu itu ? “
“ hah ?
Eh ? apa yang kukatakan ini ?
Kau ... sebelumnya aku yang menanyakannya padamu . Aku saja tidak tahu nama kepanjanganmu “
panggil aku Nona Moni ! “
“ Moni saja . Berlagu sekali memakai Nona . Aku jadi kasihan dengan penggemarmu . Ditipu hanya karena video yang sok mencari perhatian seperti itu “
Apa katamu ? kau boleh menghinaku , tapi jangan menghina penggemarku ! Kau sendiri tahu apa tentang seorang gadis yang berusaha mati-matian untuk kembali bermusik ?
Tapi rasanya aneh . Tadi aku merasa seakan aku mengharapkan sesuatu dengannya . Sayangnya aku lupa apa yang kuharapkan itu .
Thee ! apa yang kuharapkan dari dia ! orang belagu seperti dia yang bisanya ngomel begitu ... apa .. yang .. kuharapkan darinya ?
“ Hei ! “
“ I...IYA ? ADA APA ?”
“ kau tak perlu menjawabku dengan suara melengking begitu “ katanya
Ya ampun ! aku sampai gak nyadar kalau suaraku aneh tadi ... caraku menjawabnya sama sekali tidak sopan
“ Hei “
“ Apa lagi ? “
“ Biolamu mana ? “
Biola ... huaaaa!!!!!!!!!!!!! Kemana dia ???
Ya ampun . Bagaimana ini ? Padahal bagiku biola itu ... biola itu .. adalah biola yang menyimpan banyak kenangan dari awal hinggga akhir karierku . Peninggalan satu-satunya Sora ... Disaat dia sakit-sakitan , dia masih menyempatkan untuk membuatkannya untukku .. tapi ..
Kalian sudah bertindak terlalu jauh .. tidak sadarkah kalau kalian mengerjaiku lebih jauh ? Kau sudah mengambil album partiturku , mengacaukan grand recitalku , dan sekarang ... merebut barang terpenting dalam hidupku ?
“ i .. ini sudah keterlaluan .. “
Moni? “
Ini sudah keterlaluan .. siapapun yang mengambilnya ... TAKKAN KUMAAFKAN ! karena ... BIOLA ITU ADALAH BARANG TERPENTING DALAM HIDUPKU !!!
***
Moni! hei ! Moni! tenangkan dirimu “
Pekikan Dwiki tidak dihiraukan oleh Moni . Amarahnya akan menghilangnya biola yang paling berhaga baginya sudah membutakan hatinya . Tangannya tak dapat berhenti bergegar . Matanya memancarkan aura balas dendam yang sangat kuat .
“ Tenangkan dirimu , Moni! kau tidak bisa ... “ Kata Dwiki terhenti diujungnya . Badannya seakan digetarkan oleh perasaan yang dialirkan oleh Moni . Badannya sampai ikut merasakan getaran yang dasyat . Dan kemarahan yang pekat .
Moni, aku takkan mengentikanmu untuk sekarang . Tapi izinkan aku bertanya padamu .” kata Dwiki .
Moni terus berjalan .
Jangan habiskan waktuku untuk menjawab pertanyaan bodohm ..”
“ Seberapa besarnya keberadaan biola itu dan seberapa besar pentingnya bola itu bagimu ? hingga kau bertindak sejauh ini ? “ sela Dwiki .
Langkah Moni terhenti . Matanya mulai menitikkan air mata dengan lembutnya . Badannya berhenti bergetar , namun berganti tangannya yang bergetar . Digigit ujung bibirnya dengan gigi yang bergetar .
Moni membalikkan tubuhnya dan menjawab , “ Biola itu aalah peninggalan terakhir orang yang aku sukai .. dia membayarnya sebagai ganti atas biola yang dulu kujual demi membiayai pengobatannya . Pada akhirnya , aku merasakan keberadaannya melalui biola itu .. tapi ...
“ ‘ Merasakan keberadaan ‘ ? memangnya orang yang kau sukai itu kemana ? sampai kau menjadikan biola itu pengganti dirinya ? ah , aku tahu !  kau ditolak olehnya dan dia pindah ke luar kota atau semacamnya ? “
“ Jangan bicara seakan kau tahu segalanya tentangku ... kau tahu apa tentang gadis yang dengan mata-kepalanya sendiri menyaksikan orang yang dicintainya , satu-satunya orang yang menyelamatkan hidupnya dari dilema keluarga berkepanjangan ... TERBUNUH , BERLUMURAN DARAH DIDEPAN MATANYA ? KAU TAHU APA ? “
Dwiki tersentak , dia baru mengetahui luka terdalam hati Moni yang dikenalnya sebagai violinist manja tidak tahu diri . Dan ...
“ Tunggu dulu .. jangan-jangan ... kau ...Ratreia Harmoni ? “
“ Iya ! “
  Siapa nama orang yang kau sukai itu ... ?”
Moni menggigit bibirnya . Mukanya berubah menjadi merah .
“ Dw-Dwi Battista Tanja... cih! Bukankah sudah cukup ? kau tidak perlu menanyakannya lebih lanjut ! Kau tahu apa tentang aku ? sudahlah , biarkan aku sendirian ! “
Moni berlari menjauh . Dengan tangis hebat melandainya .
Dwiki terdiam di tempat , dengan senyuman kemenangan yang terpatri dibibir lembutnya , “ Akhirnya aku menemukanmu , Ratreia
***
“ Maafkan kami ! “
“ He ?  apa apa ? “
“ Kami sudah mendengar pembicaraan anda dan Moni . Dan setelah kami mengetahui apa yang menyebabkan Ratreia  menangis kemarin , kami menyesal . Ini , tolong kembalikan padanya . Kami sudah tidak punya muka untuk mengembalikannya di depan matanya “ kata para pelaku yang tiba-tiba mengaku . Baru kali ini aku mengetahui makna ‘ maling teriak maling
“ Baiklah tidak apa-apa . Akan kusampaikan padanya . Tapi , izinkan aku bertanya . Apa alasan atas kejahilan yang telah kalian lakukan ? “ tanyaku
“ Ka .. kami dulu violinis di panggung Pak David . Kami merasa bisa bermain lebih bagus darinya . Tapi dia malah mendapatkan sambutan lebih banyak . “
Aku tersenyum mendengarkan kata-katanya . Memang lebih enak mendengar pengakuan dari orang yang bersalah daripada mendengar keluhan dari korban .
Kuberatkan sedikit suaraku , “ Begini , kuberitahukan rahasia kesuksesan Moni . kalian boleh mencontohnya ! Dan kujamin konser kalian akan sangat meriah “ ajakku .
“ benarkah ? apa itu ? “ tanya mereka bersemangat .
“ Cinta dari orang disekitar anda ! Moni sukses karena adanya support dari orang yang menyayanginya . Dia tidak membutakan matanya dari orang yang mencintainya . Sekalipun penderitaannya akan cinta dapat membuatnya untuk menutup hatinya pada orang lain , dia tidak melakukannya . Karena menurutnya , di dunia ini dia dibutuhkan dan harus berjuang demi orang yang membutuhkannya “
Para pelaku yang tidak diketahui namanya pun menangis entah karena menyesal atau terharu . Dan terima kasih karena mereka , aku harus mengepel lantai ini setelah mereka selesai menangis sebelum para staff melihat dan menanyakanku darimana asal air mata ini dan membuat kesalahpahaman bahwa aku membuat orang lain menangis.
Setelah beberapa menit pun berlalu , mereka menyadari bahwa keberadaan mereka membuatku mulai kesal dan mereka pun mengangkat kaki mereka dari hadapanku . Dan setelah mereka pergi , dengan secepat kilat kusambar biola Moni yang ada didalam case itu .
“ Ternyata benar , ukirannya memang tidak setebal dulu . Tapi aku yakin 100% ini yang kuukir waktu itu . hah ..memang aneh mengukir tulisan ‘ terima kasih ‘ di biola . Pasti gara-gara ini biola ini jadi jelek suaranya “ kataku dalam hati .
Tapi aku memang tidak menyangka . Ibu ternyata mengabulkan permintaanku waktu itu. Kukira Ibu tidak mendengarkan dan menganggap bahwa tentang identitasku dulu dan biola ini sudah tidak penting lagi.
Dan aku bodoh juga tidak sadar kalau dia Harmoni ...
Apa aku bisa disebut orang jenius lagi ya ? kalau sebodoh ini . dan kata-katanya ...
“ Aku ingin memainkan satu lagu untukmu “
Hemh . Dasar bodoh . Lagu yang kuinginkan hanyalah Violin Sonata 6-nya Niccolo Paganini . Lagu yang kau mainkan . Tepat disaat aku pertama kali bertemu denganmu .
Drttt~~~~~
Heh ? siapa yang menelpon di jam begini ?
“ Halo , Dengan Dwiki Tanjaya disini.. ah , ternyata kau . Ada perlu apa ? “
Eh ?
“ Hentikan saja “

Jumat, 04 Januari 2013

Special post iseng-iseng alias hobi : Masa lalu Tsuruga Ren


                         @Kisah menyedihkan Tsuruga Ren ( Hizuri Kuon )
Konnyaanyaachiwaa~~ !!! ama kabar kawan AnimeRev ? ada kabar baru ini ! sya lagi menyiapkan bonus alias cerita spesial . Buat fans Skip Beat! , baik manga , anime , dan drama pasti kenal dengan cowok ganteng nan memukau yang satu ini , ya ngak ?( û ³¡£)ûkhan????
Kalau di drama versi perpaduan Jepang-Taiwannya , dia dikenal dengan nama Dun He Lian yang diperankan oleh Choi Si Won dari boyband SUPER JUNIOR ( KOREA ) . Kalau versi anime , si pemeran utama kedua ini namanya Tsuruga Ren ... biarpun itu nama panggungnya sich~ Nama aslinya Hizuri Kuon . Ayahnya adalah superstar yang luar biasa terkenal di Jepang dan merupakan aktor kebanggaan Jepang yang memulai debut ulang di Amerika dan menikah dengan artis disana juga yang bernama Julie . Nah , sekarang sya mau mengulas sebagian masa lalu bahagia namun kelam dari sosok pujaan hati .. wkwkkwkkkk!!! *digampar habis-habisan sama Kyoko* arghh~~ ini dia :
Seperti yang telah disebutkan diatas , Ren a.k.a Kuon ini putra semata wayang dan sangat disayangi oleh kedua orang tuanya ( orang tua over-sayang anak ... liat aja bukti kegilaan Ku di Skip Beat! Vol.18-19 ! ) Ayahanya bernama Hizuri Ku <= Nama asli . Dulu dia memakai nama panggung Hozu Shuhei di Jepang . Pas debut di Amerika , dia menggantinya dengan nama aslinya . Istrinya super sibuk seperti dirinya . Jadi Kuon sering kesepian . Tapi , dia punya kawan baik bernama Rick yang punya pacar bernama Rina ( pacaran yang sangat awet , sampai Rick meninggal ... eh ? ) . Selama orang tuanya tidak berada dirumah , Kuon bermain-main dengan Rick yang lebih tua sekitar 3-4 tahun darinya. Tapi , bukan berarti ortunya terlalu jarang dirumah . Ibu Kuon , Julie sangat suka memasak dan masakan buatan rumah . Jadi , tiap disuruh makan , Kuon terus meronta-ronta tidak mau makan . Masalahnya , masakan Julie terlalu fantasi dan unik . Ditambah lagi , setiap Kuon kecil mau makan , Julie menyuapkan makanan itu yang ukurannya 3x lipat dari ukuran sendok suapan sampai Kuon gak bisa bernafas *itu penyiksaan namanya!!!* Sejak saat itulah , setiap mendengar kata makan , Kuon selalu memasang wajah kurang bahagia ( sampai besarnya )
Waktu itu , Kuon masih mulai belasan tahun ( sekitar kurang lebih 11-12 tahun ) . Sifatnya sangat manis ( malahan mukanya sangat cantik , digosipi mirip ibunya yang bule ) , ulet , jenius , dan berpegang teguh pada pendiriannya . Sikapnya itulah yang membuat orang tuanya bangga padanya . Dan Kuon punya impian yang dimilikinya sejak kecil . Yaitu menjadi aktor seperti ayahnya ( akhirnya jadi pula *_* ) .
Tapi , tentu aja yang namanya impian pasti gak mulus amat perjuangannya . Ada yang namanya rintangan . Sekalipun sifat aslinya bagus dan seperti good boy , dia agak sedikit sombong sampai aktingnya ogah-ogahan . Aktingnya dipuji sangat sempurna , tapi karena sifatnya yang sering tidak mau mendengar kata sutradara atau acuh , dia sering dipecat dech . Sejak saat itu dia mulai mengubah sifatnya sedikit demi sedikit , tapi tetap aja sutradara gak cayaan dengan dia karena gosip , ya kan ? dan dia pun berada dijurang kegagalan dunia keartisan .
Suatu hari , dia menerima job di Kyoto . Karena Kyoto itu kampung halaman ayahnya , dia berniat jalan-jalan dulu . ... wualahhh! Ujung-ujungnya tersesat . Sampai dia duduk santai disebuah anak sungai  dalam hutan yang tak jauh dari lokasi syuting . Dan pada saat itulah , ketika sinar matahari mulai memancarkan cahaya dengan indahnya , rambut kuningnya terlihat keemasan ketika membalikkan tubuhnya setelah mendengar suara dibelakangnya yang gak lain gak bukan adalah KYOKO !
< Kuon waktu masih main bareng Kyoko
Mereka berteman baik karena pertemuan yang ditakdirkan itu *whoahahahha <= yang nulis iseng* setelah syuting selesai , dia melarikan diri ke hutan untuk menghabiskan waktu bersama Kyoko . Karena kegilaan Kyoko kepada dongeng-dongeng , Kyoko yang saking bego’nya mengira Kuon itu peri karena terpaan sinar matahari waktu itu seakan ada sayap dibelakangnya dan rambut blonde-nya yang agak alami , Kuon bilang kalau namanya Corn ( Kuon kalau dibaca dengan bahasa inggris lalu ditulis ulang ke huruf katakana jadi Koon . Corn >< Koon ... jadi Kuon = Koon = Corn ) . Identitasnya didepan Kyoko seperti begini :
Nama : Corn
Status : Pangeran Dunia Peri
Kebangsaan : Dunia Peri             
Ayah : Raja Peri dengan tubuh besar
Ibu : Permaisuri yang sangat cantik dan mempesona
Alasan kenapa tidak bisa terbang tinggi seperti peri lain : Karena tangan Ayahnya terlalu besar , dan sering tersangkut disela-sela jari ayahnya dan sayapnya pun patah .
^ Maksudnya kalau dalam dunia nyata : Prestasi Hizuri Ku menjadi pembatas antara kemampuan anaknya dan dia , jadi banyak yang meremehkan Kuon karena dianggap jadi aktor karena pengaruh dari orangtuanya , bukan dengan kemampuannya sendiri .
Suatu hari , Kuon terpaksa meninggalkan Kyoto karena dipecat lagi *parah.. tapi pemecatan inilah yang bikin Kuon remaja trauma berat* . Dia ke hutan dan bilang ke Kyoko kalau mereka gak bisa bertemu lagi . Kyoko menangis parah karena gak bisa bertemu lagi , padahal Kuon alias Corn adalah teman satu-satunya selain Fuwa Shou ( di drama : Bu Po Shang ... dalam versi anime dan manga , nama aslinya Fuwa Shoutarou . Karena malu dengan nama aslinya , dia memotong –tarou dan menjadikan sisanya sebagai nama panggung keartisannya ) . Kuon pun memberikan batu yang sejak dulu dimilikinya sejak di Amerika sebagai hadiah Ayahnya ke Kyoko .
 < Kuon waktu SMP mau ke SMA.
Waktu pun berlalu , nama aktor bernama ‘ Hizuri Kuon ‘ pun diterkam oleh waktu . Kuon memulai hidup baru di Amerika , tapi dia tak diterima , parahnya , dia sering berurusan dengan preman sejak sekolah SMP . Dan Rick menyuruhnya untuk melawan daripada melarikan diri dengan trik ‘ ayam ‘ . Dan sejarah Kuon memasak pun dimulai dengan Maui Omu Rice *whuaahahahha*
<Kuon ( 15 tahun ) jadi preman berdarah dingin.
Gara-gara perkataan Rick yang gak dicerna baik-baik dengan benar , Kuon malah berubah menjadi preman . Itupun karena dia dianggap gak berguna sama orang Amerika yang kebanyakan preman ( yang dihadapi oleh Kuon , maksudnya . bukan populasi orang Amrik  preman semua ) .Waktu itu Ku udah bingung dan patah arang dengan putranya ( tapi orangtuanya masih over-sayang anak ) . Makanya Ku sedih banget dibarengi dengan Julie , Istrinya .
Sampai suatu hari , dia melawan satu grup geng sekaligus sampai dibilang paling kuat ( kayaknya , kurang yakin kalau dari manga , tapi pastinya gini mengingat aktingnya jadi B.J gimana ? ) . Rick dengan Tina menghentikan Kuon karena kalau terus-menerus ,orang yang dipukuli bisa mati banget . Kuon pun mulai diam , tapi ada prema  yang melarikan diri menyenggol Tina sampai kesakitan dan melarikan diri , Kuon pun mengejarnya ampe kesetanan * aku merinding saat membacanya* dan ketika Kuon mengejar sampai menyebrang jalan lari-larian , Rick yang mengejar dibelakang tewas seketika karena tidak memperhatikan jalan dan tertabrak hingga terpental dengan parahnya , Tina yang ada diseberang menangir meraung-raung . Tina terus menyebut Kuon “ kalau Rick gak bertemu denganmu , Rick gak bakal kayak gini “ , “ kau pembunuh “ , dsb . Sejak kejadian itu , Kuon sudah seperti kehilangan rohnya .
< Kuon ( 15 tahun ) saat syok melihat Rick tewas karena ingin menghentikannya
Kuon pun sudah seperti mayat hidup karena traumanya . Dia sering mengurung diri dan menyesali perbuatannya . badannya hampir seperti tidak mampu bergerak lagi . Ku makin sedih lagi melihat putranya dan meminta Presdir Takarada Lory dari LME , agensi Ku dulu sewaktu masih menyandang nama Hozu Shuhei untuk menjadikan Kuon aktor baru dengan nama baru . Presdir menyetujuinya dan membicarakannya ke Kuon yang setengah sadar . Kuon pun menurut dan meninggalkan orang tuanya di Amerika dengan berbekal pakaian yang dipakainya saat itu dan paspor . Tapi cara berpisahnya sangat tidak mengenakkan hati dan mengiris hati . Malahan Julie jadi stress dan dingin dengan suaminya selama ½ tahun sampai-sampai sakit .
 < Kuon sebagai Tsuruga Ren ( 20 tahun )
Sepeninggal dari Amerika , Kuon mengecat rambutnya menjadi hitam , mengubah sosoknya menjadi Tsuruga Ren , aktor berwajah tampan yang bersikap gentleman namun serius dan menganggap akting adalah hidupnya . Berkat sifatnya yang sangat menjunjung tinggi kualitas akting , dia sukses di Jepang dan berada di puncak hanya dalam 5 tahun . Jiwa ‘ Kuon ‘ dimasukkannya kedalam kotak berantaikan banyak didasar hatinya agar tidak keluar kembali . Tidak hanya Jiwa Kuon , dia juga berharap dia takkan bertemu dengan  seseorang yang akan menjadi sosok berharga baginya , agar tidak berakhir seperti Rick yang dianggap seperti abangnya sendiri ketimbang sahabat olehnya . Untuk membuatnya tidak lupa akan prinsipnya , Kuon ( diganti ke Ren sekarang ) memakai jam tangan yang dikenakan oleh Rick waktu itu ( hari berdarah ) .

Ya , kalau lanjutannya kalian pasti tahu khan ? hehhee~~ sampai disini dulu yah ... ikutin terus blog kami ^^ dan pastinya ikutin terus anime serta manga karya Nakamura Yoshiki-sensei ini !!! yosu !

Notes : boleh mengedarkan post ini asalkan mengikutsertakan alamat blog kamiii~~