Senin, 27 Agustus 2012

Novel : Vitula , My Precious Sound part 1



“ kata Violin berasal dari kata Vitula yang berarti Dewi Kesenangan ,
Apakah itu berarti violin dibuat untuk mengundang kebahagiaan ?
Ya
Karena violin , aku bertemu dengannya ...
Kebahagiaan terbesarku ,
Dan luka hati terdalamku .
Abadi “

Jika aku bisa meminta dengan siapa aku dilahirkan , aku memilih untuk dilahirkan di keluarga yang dikelilingi cinta dan kasih sayang . jika aku bisa terlahir kembali , aku ingin terlahir di keluarga yang ideal , seperti anak lainnya . dimana kedua tanganku di pegang erat oleh tangan ayah dan ibu , makan bersama dengan candaan yang bahagia , pergi tamasya keluarga , dan berbagai hal menyenangkan lainnya . tapi , dalam dunia nyata , bayangan seperti itu sama sekali tidak mungkin ada di dunia nyata . aku terlahir dalam keluarga yang selalu hancur . bagaikan kaca yang dipecahkan menjadi berkeping-keping .
Saat aku masih menginjak bangku playgroup , Ibuku selalu berada disisiku . kemanapun aku pergi , selalu ada ibu yang sangat menyayangiku . senakal apapun diriku dan sejelek apapun bentuk fisikku  , Ibuku dengan tulus tersenyum dan menerimaku apa adanya . sungguh , Ibuku adalah Ibu yang terbaik yang pernah kutemui di dunia .
Sedangkan , Ayahku jarang berada di Tokyo . aku masih teringat ketika aku belum dimasukkan ke playgroup . ketika aku tidak mau tidur , ayahku duduk didepanku dan memainkan lagu jepang jaman dulu . aku masih ingat dengan lagu itu . lagu dari Onyanko Club tapi aku tidak tahu judulnya . setelah aku mendengarnya , aku baru tertidur dengan pulas .
Sewaktu aku berusia 5 tahun , Ibuku mengadakan pesta ulang tahun untukku . pestanya sangat meriah dan seluruh keluargaku ada disana . dan pastinya , ayahku ada disisiku . sungguh betapa bahagianya aku saat itu . tapi , siapa sangka bahwa itu adalah pesta bersama keluarga terakhir untukku ? dan siapa sangka bahwa kebahagiaan kecil itu tidak akan selamanya dirasakan ?
“ kamu lebih mementingkan adikmu dibandingkan kami ! tahukah kau bahwa aku membiayai Otomi sendirian ? “
“ hah ? kau tidak pernah diajarkan untuk menyayangi kakak-kakakmu ? apa kau tega membiarkan kakak-kakak dan adikmu terhimpit keuangan ? “
“ jangan bercanda ! kau sudah berlebihan ! mereka sudah menikah dan bekerja dan hidup mereka sudah dihujani kemanjaan ! coba lihat sekarang ! apakah mereka membantumu bahkan memberikan unag sepeserpun untukmu dikala kritis seperti ini ? “
“ mereka hanya tidak bisa ke Tokyo ! “
Ya , karena bisnis ayahku menjadi bangkrut , ayahku menjual emas ibuku . sedangkan , ibuku yang selama ini membiayai perawatanku . perawatanku bukanlah murah . aku sangat manja . setiap keinginanku tidak terkabulkan , aku cepat marah dan melukai diri sendiri . dan sudah entah berapa banyak guru les yang didatangkan untuk mengajariku tapi langsung mengundurkan diri karena keusialanku . yang terparah , saat aku masih playgroup , aku menusuk mata temanku dengan pensil tanpa alasan yang pasti . jika dalam legenda Jepang , aku adalah Ashura-nya playgroup dan rumahku . seandainya aku tidak terperangkap dalam keegoisan sendiri , aku bisa mengerti dan tidak bersikap seperti itu .
Diriku saat itu tidak tahu apapun . maka aku menurut saja kata-kata Ibuku . Ibu pun bercerai dengan Ayah dan pindah ke rumah yang baru . dan tak lama kemudian , Ibu menikah dengan orang dari Kansai . Pria Kansai itu dulunya adalah supir teman playgroupku . selama dia menikah dengan Ibu , dia sangat menyayangiku . dan 1 tahun kemudian , aku menjadi kakak dari anak Ibu dan Pria Kansai itu . adikku kunamai Rei karena Ibuku memberi nama yang kurang mengenakkan ditelinga , menurutku .
“ paman Yukitsuna , aku lebih mau punya adik perempuan ~ “ kataku manja setelah kelahiran rei .
Paman Yukitsuna ( Si Pria Kansai ) tersenyum dan mengacak rambutku , “ justru bagus kalau kamu punya adik laki-laki . jadi , kalau dalam bahaya , dia bisa menolongmu “
“ bukankah itu kata Ibu ? “ tanyaku .
“ hahaha ! iya juga , maaf , maaf . tapi , itu memang benar “
Wajahku cemberut , wajar saja . karena aku memang menginginkan punya adik perempuan . jadi , suatu saat kami bisa curhat dan saling memakaikan make-up bersama seperti di Dorama-dorama TV .
“ aku khan bisa karate . jadi , aku tidak perlu bantuannya “
“ karate ? lalu , kenapa setiap hari kamu pulang dengan air mata ? “
Ah ! itu adalah kata yang paling tak ingin kudengar diantara semua kata di dunia . karena , mendengar kata-kata itu , mengingatkanku pada ...
***
“ selamat pagi , OTOko-chan ( dalam bahasa jepang , “ otoko “ terdengar seperti “ pria “ dan nickname itu berasal dari namaku , “ tenji OTOmi ) ! “ sapa teman sekelasku sambil mengoleskan debu kapur di seragam sekolahku . mungkin inilah namanya karma . karena playgroup aku menyiksa orang , aku justru disiksa orang sewaktu SD- SMP ( sekarang di saat aku masih di bangku SMP , SD sudah lewat ) . jenis-jenis perlakuan kasar yang kuterima selama ini bisa dijadikan kamus yang setebal meja kelasku .
Aku tidak melawan . karena aku sudah tahu bahwa itu percuma . seisi murid di kelasku adalah murid-murid yang keluarganya guru-guru disini . dan mereka berkuasa untuk menginjak orang malang sepertiku .
“ hei , si OTOko-chan datang ! “ kata nakita dari lantai atas . aku mendengarnya karena dia sengaja mengeraskan suaranya . tenang , Otomi . tahan emosimu . tahan emosimu sampai pulang ke rumah .
Baru saja aku memarkir sepeda , aku sudah disambut hangat dengan air cucian pel dari atas . dan aku yakin bahwa itu perbuatan Nakita dkk . ingin sekali aku berteriak dan berkata , “ Woi ! apa yang kau lakukan hah ??? ngak puas menyiksaku setiap hari ??? tunggu saja sampai aku patahkan leher kalian satu persatu seperti di film-film horror ! “ tapi aku harus ingat , seberapa kuatnya kekuasaan musuhku ini . maka , kutarik nafas dalam-dalam , dan kuhembuskan dengan pelan .
Tidak cukup dengan air cucian pel , mereka memberikan sambutan baru di dalam kelas . mereka dengan isengnya melemparku dengan debu kapur dan sampah kertas . sungguh , ini benar-benar keterlaluan . memang susah bersabar begitu lama . aku mendengar kata orang lain kalau “ jika kita mengabaikan perlakuan kasar orang lain pada kita , mereka takkan mengganggu kita “ . tapi , kenyataannya . saat aku membuka mataku , kenyataan benar-benar takkan berubah . apa yang sudah ditakdirkan , takkan dapat diubah . ingin sekali aku berkata : “ seandainyya aku tidak terlahir di dunia ini “
Mai pun datang menghampiriku , dengan senyum setannya , dia menyiramiku dengan tepung yang dicampur dengan parutan kepala bekas pabrik diatas kepalaku . ah  , mengapa aku sesial ini ?
“ hahaha , kawan-kawan ! ada yang mau memanggang dia ke oven rumah kalian ? “ kata Mai disambut hangat seisi kelas . kecuali Sayaka dan Sora . yang memang tidak suka berinteraksi dengan yang lainnya .
Bukan hanya Mai , Miura pun ikut mengaduk pembicaraan , “ ah , kau salah besar , Mai ! “
Mai mengangkat alisnya , “ apa maksudmu ? jangan bilang kalau kau berada dipihaknya ! “ katanya diiringi suara “ huuu!! “ dari seisi kelas . awalnya , aku berpikir kalau Miura sudah tobat karena selalu mengerjaiku . tapi ..
“ bisa-bisa ovennya meledak karena ada dia didalamnya ! hahaha ! “ balasan Miura membuat seisi kelas tertawa . hah ~ dari situ aku menyadari bahwa “ Miura “ akan ters menjadi “ Miura “ . “ Miura yang menjadi langganan mengganggu Otomi “ .
Miura pun melempariku dengan telur , penghapus papan tulis , dan sebagainya . dan berkatnya , tubuhku menjadi terjatuh ke lantai karena keberatan . karena mereka tidak puas dengan perlakuan Mai dan Miura , mereka menginjakku seperti serangga . dan mereka benar-benar berdoa’ untuk kematianku .. kah ?
Pada akhirnya , seperti yang kuduga atau tepatnya “ seperti apa yang biasanya terima “ . segalanya berakhir di depan meja guru . Miura berengsek ! dia membuat laporan palsu lagi-lagi-dan lagi . sudah berapa kali aku diblacklist oleh ... GURU INI???
“ nona Tenji . sejak aku mengajarimu dari SD hingga SMP , kau selalu membuat kekacauan , dan membuat alasan palsu padaku . jujur , aku sudah muak mengajarimu . coba kau contoh Miura atau Shizuka yang menjadi top kelas  dan bebas masalah . masa’ menjadi murid teladan saja sesulit itu ? aku tidak mengerti otak jahatmu “ kata Guru Kurimiya , Guru yang mengajariku sejak SD .
Hayoolah ~ seandainya  guru berada di tempat kejadian . tapi, tetap saja sama yah ? karena blacklistku yang sudah segunung , bagi guru , jika aku disiksa sperti ini dianggap balas dendam . tapi , tapi , aku benar-benar tidak melakukannya !!! huaa~ entah kapankah waktu yang akan datang dimana semua guru di SMP ini mengakui penderitaanku ?
“ Nona tenji ? “ kata Guru Kurimiya menyadarkanku dari lamunanku .
“ ah , ya ? “ jawabku kebingungan .
“ maukah kau berjanji untuk tidak melakukannya lagi ? kalau kau melakukannya lagi , kau harus dikeluarkan dari sekolah ini .
Apa ? dikeluarkan ? sejauh itu ??
“ tapi , Guru . aku jauh lebih memilih untuk keluar sekolah atas kemauanku sendiri dan bukan ditendang kasar . asal guru tahu ... bagiku , keluar secara damai adalah cara terbaik . aku sendiri sudah muak diperlakukan kasar begini . aku akan menunggu saat dimana semua guru di sekolah yang penuh penderitaan dan darah ini mengetahui kebenaran dan tidak membela sanak sendiri !!! “ kataku sambil menangis . dan secara tidak sadar pula , kaki kurusku melangkah sejauh-jauhnya dari ruang guru . meninggalkan Guru Kurimiya terdiam disana .
Aku sangat kaget . ruang kelas tidak ada siapapun . dan tasku berhamburan dimana-mana . buku-ku pun dicorat-coret oleh mereka . dan , eh ? dimana tas biola-ku ? kucari seisi kelas , tidak ada dimana-mana . tidak mungkin ... ada dibawah jendela ?
Kulangkahkan kakiku perlahan-lahan mendekati mulut jendela dan kulihat kebawah jendela . kyaaaaaaaaaaaaa!!! Beneran ada di bawah jendela ! aku tak dapat mengulur waktu lagi . kakiku berubah menjadi kaki rusa yang berlari dengan sangat cepat hingga sampai tujuan . kucek dengan baik . apakah biolanya tidak apa-apa ? bow nya tidak cacat , badan biolanya juga , senarnya tidak rusak . kuputuskan untuk mencoba mengetes suaranya tidak cacat dengan memainkan lagu Vivaldi – Four Season dan Summer .
“ tidak kusangka bahwa hari itu menjadi awal dari takdirku yang sebenarnya “

1 komentar: