Selasa, 08 Januari 2013

Vitula 3 REMAKE : 3 Part 2


Karena aku bertemu denganmu ...
Untuk pertama kalinya aku merasakan kehangatan ...
Karena bertemu denganmu ...
Aku mengerti rasa kehilangan sesosok wanita ...
Karena bertemu denganmu ...
Aku harus mengalami kepedihan yang sama ...
Apakah harus ... kita dipertemukan akan tetapi ditakdirkan berbeda seperti ini ?
@Note 3@
Until I Noticed It [ Part 2 ]

Sara membantingkan kepalanya sendiri keatas pianonya . Dengan keadaan yang sangat menyedihkan . Dia sudah pernah mengorbankan perasaannya kepada sesosok wanita demi keluarganya dan mengubur jauh nama Nakamura Sora . Tapi dia tidak menyangka berada sedekat ini dengan gadis yang dicintainya .
Memang benar kata orang . Cinta pertama itu adalah racun ... “ katanya sambil menggigit ujung buku partiturnya karena kurang kerjaan .
Kaki disilangkannya . Duduk diatas kursi balkon . Menghirup udara segar . Dengan sekuat tenaga menenangkan pikirannya yang kelam . Terbayang sosoknya di masa lalu yang menyedihkan . Sosok yang terus ditutupinya hingga memikirkannya saja sudah membuat tubuhnya bergetar ketakutan .
Sang Ayah yang selalu dibanggakannya telah mengorbankan darah dan liver untuknya . Sejak kecelakaan itu , Sara kekurangan darah begitu banyak . Ditambah penyakit hatinya yang mulai ganas disaat yang sama . Ketika dirinya mulai membuka matanya . Tubuhnya sudah terbaring lemas diatas kasur Rumah Sakit yang keras .
Sang Ibu dengan setia berada disampingnya . Melihat tubuh putranya mulai bergerak , Sang Ibu sangat bahagia dan memeluk tubuhnya dengan eratnya . Apalagi putranya tercinta sudah tertidur lemas selama 3 tahun lamanya . Ibu mana yang tidak senang walaupun hanya satu jari yang bergerak ?
Sora .. kamu gak apa-apa , nak ? sudah tidak sakit lagi ? sudah tidak sakit lagi ?syukurlah kamu sudah sadar ... anakku sayang .. “ kata Sang Ibu dengan butiran bening yang mengalir dari pipinya yang putih dan lembut .
Sara mulai menggerakkan tangannya . Meraih Ibunya . Sang Ibu menggenggam erat tangan Sara dengan bahagianya . Sara pun menangis bahagia .
Sara menggerakkan kakinya . Menatap sekeliling dan bertanya , “ Ibu , Ayah kemana ? “
Sang Ibu tak menjawab . Dirinya diam seribu bahasa . Terpasang wajah sedih dan duka yang mendalam . Sang Ibu semakin keras memeluk putranya
Dengan berat hati , Sang Ibu menjawab , “ Maaf Sora .. Ayah .. Ayah sudah meninggal ... “
Sara terdiam kaku . Tangannya dijatuhkan dan menghantamkan tubuhnya kekasur . Badannya bergetar dengan dasyatnya karena mendengar hal yang tidak mungkin terjadi . Terutama sosok Ayahnya adalah sosok yang selalu dibanggakannya dan dijadikannya pacuan untuk maju . Dan Sang Ayah sudah tak ada .
Ayah ... kenapa ? ... Ayah sangat sehat .. “ kata Sara terpatah-patah .
begini , Sora . Karena kecelakaan itu .. kamu kehilangan banyak darah ... livermu semakin rusak ... dan ada beberapa syaraf yang lecet .... dan ada juga syaraf yang sudah tidak berfungsi .. tapi kamu masih punya harapan hidup jika ada yang mendonorkan darah yang cukup dan liver padamu .. “ jawab Sang Ibu .
Tangannya berhenti bergetar , bergantikan tangis yang dasyat . Dirinya bimbang tuk menanyakan . bahwa , ‘ jangan-jangan Ayahlah yang mendonorkan darah dan livernya ‘
Tak lama setelah kejadian bahagia yang berubah menjadi duka mendalam . Paman Sara pun datang ke rumah Sara . Sara yang mendiami dirinya dengan memainkan piano setiap harinya , membayangkan saat dimana dia bermain piano bersama sang Ayah. Paman Sara prihatin atas kondisinya yang bertambah buruk .
Dengan jari-jari yang menekan tuts piano dengan lemah , Sara bertanya kepada Pamannya yang sudah berada di sudut kamarnya  , “ Semalam aku bermimipi bahwa Ayah ada disini memainkan piano “
Paman Sara menghampirinhya dan menamparnya dengan keras . Sara kaget karena tamparan yang dasyat , dirinya sampai terpelanting dan terbaring diatas lantai .
Tangan Paman Sara bergetar , mulutnya mulai mengeluarkan kata-kata :
Jangan pernah sebut-sebut ayahmu lagi , Sora ! Ingat ! Publik sudah menyiarkan kabar bahwa ayahmu keracunan . Jika ada yang mengetahui kebenarannya , kau akan dimusuhi seluruh Jepang ! Ayahmu adalah politikus dan Duta besar , sekaligus Guru besar Universitas Stradivari yang terkemuka di Jepang !Mendengar kabar bahwa ayahmu meninggal sudah membuat seisi Jepang menangis . Kau harus hidup sebagai orang lain . Lupakan masa lalumu semasa SMP dan kembalilah memulai dari awal sebagai Nakashiki Sara ! di Jepang , pemuda jenius kebanggaan Jepang bernama Nakamura Sora sudah meninggal ! “ kata Paman Sara dengan volume keras .
Sara terdiam . Dia tidak pernah melihat Pamannya memasang raut wajah seperti itu , bahkan menamparnya . Sara mengelus pipinya dengan lembut . Dan matanya pun berkaca perlahan. Melihatnya , Paman Sara menyesali perbuatannya dan memegang pundaknya . Sara melihat kedalam mata Paman yang disayanginya dan terkejut . Pamannya ternyata ingin menangis . Padahal Sang Paman dikenal sebagai pria yang tegar dan berhati baja .
Sora , Ayahmu tidak berharap bahwa dengan mendonorkan livernya kau harus menyekiti dirimu sendiri . Ayahmu tidak melakukan pengorbanan yang sia-sia . Ayahmu itu cerdas , dan dia mempercayakan hidupnya padamu . Hiduplah dengan baik sesuai keinginannya dan keinginan kami . “ Kata Paman Sara . Sara bangkit dan menyapu celana panjangnya . lalu dia berkata , “ Paman , aku akan menuruti apapun kata Paman . Tapi , untuk terakhir kalinya , izinkan aku memberikan sesuatu kepada orang yang akan segera kulupakan keberadaannya keesokan harinya . Jika Paman mengizinkannya , aku akan dengan patuhnya menuruti kemauan Paman untuk memulai hidup baru sebagai Nakashi entah apalah itu “ .
Pama Sara merengut dan mengangguk , “ Baiklah , tapi pinta saja Ibumu mengirimkan barang yang mau kamu kirik itu . Mengerti ? “ Setelah berkata begitu , Paman Sara mengambil coat-nya dan pergi .
Bagi Sara , membuang identitas aslinya dan memulai kehidupan baru sebagai Nakashiki Sara adalah hal yang sulit . Seperti melarikan diri dan membuang segala kerja kerasnya selama ini . Maka dari itu , dia berusaha . Dengan patuhnya , diikuti kata pamannya itu . Dengan dalih menyelamatkan keluarganya dari ancaman ‘ Berita palsu kematian Nakamura Kishou ‘ . Sara pun membuka pintu kamarnya dengan tergesa-gesa . Mengambil sebuah violin-case diatas lemari bukunya yang terletak disamping kiri pojok kamarnya . Diusapnya violin-case itu dan dibukanya isi violin-case itu .
Ini yang terakhir . Terima kasih atas segalanya dan Maaf , Tenji “ ditutupnya kembali violin-case itu dan menyerahkannya ke Ibundanya dengan tatapan kesedihan .
Bu , bisakah Ibu mengirimkan biola ini untuk Tenji Otomi ? Paman yang menyuruhku “ pinta Sara . Ibu Sara mengangguk pelan dan violin-case itu mulai berpindah tangan . Ibu Sara tersenyum sambil berkata , “ Kamu sudah banyak mengalami penderitaan . Ibu tidak bisa melakukan apa-apa ... Ini adalah hari terakhirmu sebagai Nakamura Sora . Jadi Ibu akan kabulkan apapun permintaanmu , nak “ . Keduanya pun berpelukan erat sambil terlarut dalam keharuan dan kesedihan .
Hari demi hari berlalu , Sara memulai hidup baru sebagai ‘ orang yang baru ‘ . Sara memulai dari memanfaatkan bakat menggambarnya untuk menjadi komikus dalam Penerbitan terkenal . Dan berkat karyanya , dia tidak sengaja mendapatkan bayak kenalan dari berbagai Universitas Musik terkenal sebagai referensi komiknya .
Berkat saran sahabat barunya di penerbitan , Sara masuk ke Universitas Stradivari , Universitas disaat ayahnya menjadi guru besar . Karena kejeniusannya , dia bisa memainkan hampir seluruh alat musik yang disodorkan padanya dengan batas waktu sehari penuh . Tapi sara tetap fokus ke piano . Dan melamar ke sebuah agensi entertainment di Jepang . Ditambah lagi Sara  diterima sebagai pianis dan pemusik latar sebuah orkestra atau panggung musik beberapa musikus terkenal . Tidak puas akan kariernya , Sara mencoba untuk meneliti beberapa panggung musik yang sedang terkenal di-Jepang saat itu .
Tapi , tujuannya yang sebenarnya adalah mencari orang yang dulu disukainya . Namun pastinya dengan identitas palsu ‘ Nakashiki Sara ‘ , Dia terus menghadiri beberapa konser recital diberbagai panggung klasik . Tidak hanya recital , dia juga menjadi juri dan penonton di berbagai violin concours di berbagai kota dan negara .
Tujuannya berakhir pada sebuah konser yang diselanggarakan Hayashi Conservatorio Hall . Disaat dia bertemu dengan seorang violinist yang memainkan lagu dengan permainan , intonasi , dan nada yang sama dengan sosok yang disukainya dimasa lalu . Namun , dengan tangan yang dikepal dengan kuat , dia melupakan pertemuan itu dan memutuskan untuk bergerak maju .
Dengan bantuan kenalan yang sama dengan saat mendaftar ke Universitas Stradivari , Sara mendapatkan penawaran untuk menjadi pengiring pengganti seorang violinist yang berhenti karena alasan pribadi . Awalnya Sara menanggapinya dengan tidak serius dan iseng untuk menghabiskan waktu dan menambah pengalaman .
Lagipula kalau kuterima , dan aku berhasil , aku bisa diterima di perusahaan atau agensi musik yang paling bagus dan penawaran yang lebih menarik . Lagipula karena dia terkenal , pasti saat kujual namaku bakal diterima di panggung yang lebih bagus pikirnya .
Namun , pilihannya merupakan gerbang takdir ke-3nya . Violinist yang akan diiringi oleh permainan pianonya ternyata violinist yang membuatnya kagum . Violinist yang dipanggil Ten-sama oleh fansnya dan terkenal melalui video yang menarik perhatian .
Perkenalkan , nama panggilanku Ten . Mohon bantuannya “ kata gadis violinist yang menjadi partner-nya .
Senyuman gadis violinist itu sedikit demi sedikit mengiris hati Sara . Kata-katanya , penampilannya , cara berpikirnya , dan bakatnya ... telah berubah menjadi pisau yang sangat tajam untuk melukai hati pria berumur 19 tahun itu akan traumanya .
Dalam hati , Sara berfikir : Mengapa harus dia ? jika terus bersamanya , aku akan terus mengingat hal yang tidak seharusnya . Dan melanggar janji yang kupegang dengan Paman ,
Sara terus mengiringi permainan biolanya dengan harapan “ Dia bukan gadis itu . Tidak mungkin aku bertemu dengannya . Sekalipun benar , Aku akan tetap berharap dia bukan gadis itu . Dan kumohon padamu , menjauhlah dariku “
Namun  , segalanya menjadi jelas setelah kejadian malam itu ...
Tenangkan dirimu , Ten ! kau tidak bisa ... “ Kata sara terhenti diujungnya . Badannya seakan digetarkan oleh perasaan yang dialirkan oleh Ten . Badannya sampai ikut merasakan getaran yang dasyat . Dan kemarahan yang pekat . Sara sudah tahu bahwa jika dia menghentikannya sekarang , gadis itu akan sangat liar dan siap membunuh siapapun mendekatinya . Sara penasaran , ‘ Apa arti biola itu sampai membuatnya sekejam dan seliar ini ?’
Ten , aku takkan mengentikanmu untuk sekarang . Tapi izinkan aku bertanya padamu .” kata Sara .
Ten terus berjalan .
Jangan habiskan waktuku untuk menjawab pertanyaan bodohm ..”
Seberapa besarnya keberadaan biola itu dan seberapa besar pentingnya biola itu bagimu ? hingga kau bertindak sejauh ini ? “ sela Sara .
Langkah Ten terhenti . Matanya mulai menitikkan air mata dengan lembutnya . Badannya berhenti bergetar , namun berganti tangan dan rahangnya yang bergetar . Digigit ujung bibirnya dengan gigi putihnya . Sara kaget dengan ekspresi yang baru pertama kali ini dilihatnya dari sosok seorang ‘ Ten-sama ‘. Dia menjadi merasa bersalah sudah membuatnya sedih seperti itu . Tapi jika dia tidak tahu , takkan memecakan masalah yang menghantui hatinya saat itu .
Violinist itu membalikkan tubuhnya dan menjawab , “ Biola itu aalah peninggalan terakhir orang yang aku sukai .. dia membayarnya sebagai ganti atas biola yang dulu kujual demi membiayai pengobatannya . Pada akhirnya , aku merasakan keberadaannya melalui biola itu .. tapi ... “
‘ Merasakan keberadaan ‘ ? memangnya orang yang kau sukai itu kemana ? sampai kau menjadikan biola itu pengganti dirinya ? ah , aku tahu !  kau ditolak olehnya dan dia pindah ke luar kota atau semacamnya ? “
Jangan bicara seakan kau tahu segalanya tentangku ... kau tahu apa tentang gadis yang dengan mata-kepalanya sendiri menyaksikan orang yang dicintainya , satu-satunya orang yang menyelamatkan hidupnya dari dilema keluarga berkepanjangan ... TERBUNUH , BERLUMURAN DARAH DIDEPAN MATANYA ? KAU TAHU APA ? “
Sara tersentak , dia baru mengetahui luka terdalam hati Ten yang dikenalnya sebagai violinist manja tidak tahu diri . Dan ...
Tunggu dulu .. jangan-jangan ... kau ...Tenji Otomi ? “
Iya ! “
  Siapa nama orang yang kau sukai itu ... ?”
Otomi menggigit bibirnya . Mukanya berubah menjadi merah .
Na .. Nakamura Sora . Tapi bukankah sudah cukup ? kau tidak perlu menanyakannya lebih lanjut ! Kau tahu apa tentang aku ? sudahlah , biarkan aku sendirian ! “
Pada umumnya , jika seseorang melihat ekspresi dan ledakan emosi Ten , pasti akan ikut prihatin atau membantunya . Namun , mata sara berubah . Bibirnya ditarik ke samping . Wajah kemenangan .
Akhirnya aku menemukanmu ...Tenji “
                                                                      ***
Sara bangkit dari kursi dan keluar dari dunia lamunannya . Dia pun sadar , sekalipun menemukannya , tidak ada guna baginya . Karena pada akhirnya , dia harus menyembunyikan keberadaannya .
Sudah kuduga , keberadaanku harus menghilang darinya “

d� t I C D� ��� i-language:IN'>Part 3:
·        Part 4 :
·        Part 5 FINAL:

Didistribusikan ........ ( eh , lebay banget ya ? ) / karya asli dari author dan non-copy-paste langsung dipost oleh http://vitulaseries.blogspot.com/ .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar