Senin, 07 Januari 2013

Vitula 3 REMAKE : 3 Part 1


Note 3
Until I Noticed It [ Part 1 ]
_Moni’s part
Ini adalah ke-17 kalinya bully yang kuterima seminggu terakhir ini . Terburuk adalah saat recital waktu itu . Partitur punya Dwiki hilang saat lampu mati seketika . Buku koleksi partiturku juga hilang 7 buah . Dan semuanya lagu-lagu karya violin virtuoso favoritku . Dan aku ingat jelas orang yang mengambilnya . Orang itu adalah sainganku yang menggantikanku di panggung ini , Bunga Andrasari . Dia tidak sepandai aku sewaktu pertama masuk . Dan dia sadar itu . Aku tahu niat jahatnya . Apalagi saat posisi violinist favorit dan utama kembali padaku .
Kutemui di rumahnya , dia malah melarikan diri . Aku terus mengejar untuk mencari tahu lebih alasan mengapa dia melakukannya . Aku ingat jelas . Sekalipun dia iri padaku , Dia tak pernah menjahatiku . Aku pikir lebih baik tidak perlu kutanyakan . Daripada gara-gara hal ini , Dia dipecat sungguhan dan keluar dari panggung ini . Toh , aku cuma mau menyelesaikan masalah ini .
Sekarang , album partitur cadangan kusimpan di tas biolaku . Dan aku selalu membawa biola denganku kemana-mana . Jadi singkatnya , jika ada yang berniat mencurinya dariku , mereka harus berhadapan denganku langsung .
Tapi , sejak aku melakukan trik itu yang dengan sangat terpaksa kuakui adalah ide Dwiki si pengiring spartan , tidak ada tanda-tanda lagi . Aku senang sekaligus kecewa . Kenapa kecewa ? karena aku yakin tidak hanya Kanato yang berada dalam kasus ini .
Aku hanya duduk terdiam di sudut ruang lesson . merenungkan strategi apa yang harus kulakukan berikutnya . Walaupun aku tahu seharusnya aku fokus pada recital berikutnya dan menghindari kejadian ini terjadi lagi di kemudian hari . Mau gimana lagi ... aku sudah stress !
Tiba-tiba , lampu mati . datang juga ...
“ Siapa ? siapa disana ? hah ? jawab aku ! “
Suara jejak kaki mulai terdengar jelas . Ini dia !
“ Hei ! apa yang kau lakukan ? “
Eh ?
Rasanya aku kenal suara ini ....
Lampu pun hidup kembali .. dan ...
“ HUARGHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!”
“ Apa yang kau lakukan hah ? latihan militer ? “
Dwiki ... apa yang dia lakukan DISINI  di jam BEGINI ?
“ Aku dengar listrik padam begitu sering . Jadi aku mengecek . Tiba-tiba aku diterkam oleh harimau yang entah siapa “
Maafkan aku .. aku kira kaulah orang selain Bunga . eh , tunggu ..
“ APANYA YANG HARIMAU HAH ???” pekikku keras .
Tapi , lho .. “ apa kita pernah bertemu sebelum recital waktu itu ? “
“ hah ?
Eh ? apa yang kukatakan ini ?
Kau ... sebelumnya aku yang menanyakannya padamu . Aku saja tidak tahu nama kepanjanganmu “
panggil aku Nona Moni ! “
“ Moni saja . Berlagu sekali memakai Nona . Aku jadi kasihan dengan penggemarmu . Ditipu hanya karena video yang sok mencari perhatian seperti itu “
Apa katamu ? kau boleh menghinaku , tapi jangan menghina penggemarku ! Kau sendiri tahu apa tentang seorang gadis yang berusaha mati-matian untuk kembali bermusik ?
Tapi rasanya aneh . Tadi aku merasa seakan aku mengharapkan sesuatu dengannya . Sayangnya aku lupa apa yang kuharapkan itu .
Thee ! apa yang kuharapkan dari dia ! orang belagu seperti dia yang bisanya ngomel begitu ... apa .. yang .. kuharapkan darinya ?
“ Hei ! “
“ I...IYA ? ADA APA ?”
“ kau tak perlu menjawabku dengan suara melengking begitu “ katanya
Ya ampun ! aku sampai gak nyadar kalau suaraku aneh tadi ... caraku menjawabnya sama sekali tidak sopan
“ Hei “
“ Apa lagi ? “
“ Biolamu mana ? “
Biola ... huaaaa!!!!!!!!!!!!! Kemana dia ???
Ya ampun . Bagaimana ini ? Padahal bagiku biola itu ... biola itu .. adalah biola yang menyimpan banyak kenangan dari awal hinggga akhir karierku . Peninggalan satu-satunya Sora ... Disaat dia sakit-sakitan , dia masih menyempatkan untuk membuatkannya untukku .. tapi ..
Kalian sudah bertindak terlalu jauh .. tidak sadarkah kalau kalian mengerjaiku lebih jauh ? Kau sudah mengambil album partiturku , mengacaukan grand recitalku , dan sekarang ... merebut barang terpenting dalam hidupku ?
“ i .. ini sudah keterlaluan .. “
Moni? “
Ini sudah keterlaluan .. siapapun yang mengambilnya ... TAKKAN KUMAAFKAN ! karena ... BIOLA ITU ADALAH BARANG TERPENTING DALAM HIDUPKU !!!
***
Moni! hei ! Moni! tenangkan dirimu “
Pekikan Dwiki tidak dihiraukan oleh Moni . Amarahnya akan menghilangnya biola yang paling berhaga baginya sudah membutakan hatinya . Tangannya tak dapat berhenti bergegar . Matanya memancarkan aura balas dendam yang sangat kuat .
“ Tenangkan dirimu , Moni! kau tidak bisa ... “ Kata Dwiki terhenti diujungnya . Badannya seakan digetarkan oleh perasaan yang dialirkan oleh Moni . Badannya sampai ikut merasakan getaran yang dasyat . Dan kemarahan yang pekat .
Moni, aku takkan mengentikanmu untuk sekarang . Tapi izinkan aku bertanya padamu .” kata Dwiki .
Moni terus berjalan .
Jangan habiskan waktuku untuk menjawab pertanyaan bodohm ..”
“ Seberapa besarnya keberadaan biola itu dan seberapa besar pentingnya bola itu bagimu ? hingga kau bertindak sejauh ini ? “ sela Dwiki .
Langkah Moni terhenti . Matanya mulai menitikkan air mata dengan lembutnya . Badannya berhenti bergetar , namun berganti tangannya yang bergetar . Digigit ujung bibirnya dengan gigi yang bergetar .
Moni membalikkan tubuhnya dan menjawab , “ Biola itu aalah peninggalan terakhir orang yang aku sukai .. dia membayarnya sebagai ganti atas biola yang dulu kujual demi membiayai pengobatannya . Pada akhirnya , aku merasakan keberadaannya melalui biola itu .. tapi ...
“ ‘ Merasakan keberadaan ‘ ? memangnya orang yang kau sukai itu kemana ? sampai kau menjadikan biola itu pengganti dirinya ? ah , aku tahu !  kau ditolak olehnya dan dia pindah ke luar kota atau semacamnya ? “
“ Jangan bicara seakan kau tahu segalanya tentangku ... kau tahu apa tentang gadis yang dengan mata-kepalanya sendiri menyaksikan orang yang dicintainya , satu-satunya orang yang menyelamatkan hidupnya dari dilema keluarga berkepanjangan ... TERBUNUH , BERLUMURAN DARAH DIDEPAN MATANYA ? KAU TAHU APA ? “
Dwiki tersentak , dia baru mengetahui luka terdalam hati Moni yang dikenalnya sebagai violinist manja tidak tahu diri . Dan ...
“ Tunggu dulu .. jangan-jangan ... kau ...Ratreia Harmoni ? “
“ Iya ! “
  Siapa nama orang yang kau sukai itu ... ?”
Moni menggigit bibirnya . Mukanya berubah menjadi merah .
“ Dw-Dwi Battista Tanja... cih! Bukankah sudah cukup ? kau tidak perlu menanyakannya lebih lanjut ! Kau tahu apa tentang aku ? sudahlah , biarkan aku sendirian ! “
Moni berlari menjauh . Dengan tangis hebat melandainya .
Dwiki terdiam di tempat , dengan senyuman kemenangan yang terpatri dibibir lembutnya , “ Akhirnya aku menemukanmu , Ratreia
***
“ Maafkan kami ! “
“ He ?  apa apa ? “
“ Kami sudah mendengar pembicaraan anda dan Moni . Dan setelah kami mengetahui apa yang menyebabkan Ratreia  menangis kemarin , kami menyesal . Ini , tolong kembalikan padanya . Kami sudah tidak punya muka untuk mengembalikannya di depan matanya “ kata para pelaku yang tiba-tiba mengaku . Baru kali ini aku mengetahui makna ‘ maling teriak maling
“ Baiklah tidak apa-apa . Akan kusampaikan padanya . Tapi , izinkan aku bertanya . Apa alasan atas kejahilan yang telah kalian lakukan ? “ tanyaku
“ Ka .. kami dulu violinis di panggung Pak David . Kami merasa bisa bermain lebih bagus darinya . Tapi dia malah mendapatkan sambutan lebih banyak . “
Aku tersenyum mendengarkan kata-katanya . Memang lebih enak mendengar pengakuan dari orang yang bersalah daripada mendengar keluhan dari korban .
Kuberatkan sedikit suaraku , “ Begini , kuberitahukan rahasia kesuksesan Moni . kalian boleh mencontohnya ! Dan kujamin konser kalian akan sangat meriah “ ajakku .
“ benarkah ? apa itu ? “ tanya mereka bersemangat .
“ Cinta dari orang disekitar anda ! Moni sukses karena adanya support dari orang yang menyayanginya . Dia tidak membutakan matanya dari orang yang mencintainya . Sekalipun penderitaannya akan cinta dapat membuatnya untuk menutup hatinya pada orang lain , dia tidak melakukannya . Karena menurutnya , di dunia ini dia dibutuhkan dan harus berjuang demi orang yang membutuhkannya “
Para pelaku yang tidak diketahui namanya pun menangis entah karena menyesal atau terharu . Dan terima kasih karena mereka , aku harus mengepel lantai ini setelah mereka selesai menangis sebelum para staff melihat dan menanyakanku darimana asal air mata ini dan membuat kesalahpahaman bahwa aku membuat orang lain menangis.
Setelah beberapa menit pun berlalu , mereka menyadari bahwa keberadaan mereka membuatku mulai kesal dan mereka pun mengangkat kaki mereka dari hadapanku . Dan setelah mereka pergi , dengan secepat kilat kusambar biola Moni yang ada didalam case itu .
“ Ternyata benar , ukirannya memang tidak setebal dulu . Tapi aku yakin 100% ini yang kuukir waktu itu . hah ..memang aneh mengukir tulisan ‘ terima kasih ‘ di biola . Pasti gara-gara ini biola ini jadi jelek suaranya “ kataku dalam hati .
Tapi aku memang tidak menyangka . Ibu ternyata mengabulkan permintaanku waktu itu. Kukira Ibu tidak mendengarkan dan menganggap bahwa tentang identitasku dulu dan biola ini sudah tidak penting lagi.
Dan aku bodoh juga tidak sadar kalau dia Harmoni ...
Apa aku bisa disebut orang jenius lagi ya ? kalau sebodoh ini . dan kata-katanya ...
“ Aku ingin memainkan satu lagu untukmu “
Hemh . Dasar bodoh . Lagu yang kuinginkan hanyalah Violin Sonata 6-nya Niccolo Paganini . Lagu yang kau mainkan . Tepat disaat aku pertama kali bertemu denganmu .
Drttt~~~~~
Heh ? siapa yang menelpon di jam begini ?
“ Halo , Dengan Dwiki Tanjaya disini.. ah , ternyata kau . Ada perlu apa ? “
Eh ?
“ Hentikan saja “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar