Note 3
Until I Noticed It [ Part 1 ]
_Moni’s part
Ini adalah ke-17 kalinya bully yang kuterima seminggu terakhir ini . Terburuk adalah saat
recital waktu itu . Partitur punya Dwiki hilang saat lampu mati seketika . Buku
koleksi partiturku juga hilang 7 buah . Dan semuanya lagu-lagu karya violin virtuoso favoritku . Dan aku
ingat jelas orang yang mengambilnya . Orang itu adalah sainganku yang
menggantikanku di panggung ini , Bunga Andrasari . Dia tidak sepandai aku
sewaktu pertama masuk . Dan dia sadar itu . Aku tahu niat jahatnya . Apalagi
saat posisi violinist favorit dan utama kembali padaku .
Kutemui di rumahnya , dia malah melarikan diri . Aku
terus mengejar untuk mencari tahu lebih alasan mengapa dia melakukannya . Aku
ingat jelas . Sekalipun dia iri padaku , Dia tak pernah menjahatiku . Aku pikir
lebih baik tidak perlu kutanyakan . Daripada gara-gara hal ini , Dia dipecat
sungguhan dan keluar dari panggung ini . Toh , aku cuma mau menyelesaikan
masalah ini .
Sekarang , album partitur cadangan kusimpan di tas
biolaku . Dan aku selalu membawa biola denganku kemana-mana . Jadi singkatnya ,
jika ada yang berniat mencurinya dariku , mereka harus berhadapan denganku
langsung .
Tapi , sejak aku melakukan trik itu yang dengan sangat
terpaksa kuakui adalah ide Dwiki si pengiring spartan , tidak ada tanda-tanda
lagi . Aku senang sekaligus kecewa . Kenapa kecewa ? karena aku yakin tidak
hanya Kanato yang berada dalam kasus ini .
Aku hanya duduk terdiam di sudut ruang lesson .
merenungkan strategi apa yang harus kulakukan berikutnya . Walaupun aku tahu
seharusnya aku fokus pada recital berikutnya dan menghindari kejadian ini
terjadi lagi di kemudian hari . Mau gimana lagi ... aku sudah stress !
Tiba-tiba , lampu mati . datang juga ...
“ Siapa ? siapa disana ? hah ? jawab aku ! “
Suara jejak kaki mulai terdengar jelas . Ini dia !
“ Hei ! apa yang kau lakukan ? “
Eh ?
Rasanya aku kenal suara ini ....
Lampu pun hidup kembali .. dan ...
“ HUARGHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!”
“ Apa yang kau lakukan
hah ? latihan militer ? “
Dwiki ... apa yang dia lakukan DISINI di jam BEGINI ?
“ Aku dengar listrik
padam begitu sering . Jadi aku mengecek . Tiba-tiba aku diterkam oleh harimau yang entah siapa “
Maafkan aku .. aku kira kaulah orang selain Bunga . eh ,
tunggu ..
“ APANYA YANG HARIMAU HAH ???” pekikku keras .
Tapi , lho .. “ apa kita pernah bertemu sebelum recital
waktu itu ? “
“ hah ?
Eh ? apa yang kukatakan ini ?
“ Kau ... sebelumnya aku
yang menanyakannya padamu . Aku
saja tidak tahu nama kepanjanganmu “
“ panggil aku Nona Moni ! “
“ Moni saja . Berlagu sekali
memakai Nona . Aku jadi kasihan dengan
penggemarmu . Ditipu hanya karena video yang sok mencari perhatian seperti itu
“
Apa katamu ? kau boleh menghinaku , tapi jangan menghina
penggemarku ! Kau sendiri tahu apa tentang seorang gadis yang berusaha
mati-matian untuk kembali bermusik ?
Tapi rasanya aneh . Tadi aku merasa seakan aku
mengharapkan sesuatu dengannya . Sayangnya aku lupa apa yang kuharapkan itu .
Thee ! apa yang kuharapkan dari dia ! orang belagu
seperti dia yang bisanya ngomel begitu ... apa .. yang .. kuharapkan darinya ?
“ Hei ! “
“ I...IYA ? ADA APA ?”
“ kau tak perlu menjawabku dengan suara melengking begitu
“ katanya
Ya ampun ! aku sampai gak nyadar kalau suaraku aneh tadi
... caraku menjawabnya sama sekali tidak sopan
“ Hei “
“ Apa lagi ? “
“ Biolamu mana ? “
Biola ... huaaaa!!!!!!!!!!!!! Kemana dia ???
Ya ampun . Bagaimana ini ? Padahal bagiku biola itu ...
biola itu .. adalah biola yang menyimpan banyak kenangan dari awal hinggga
akhir karierku . Peninggalan satu-satunya Sora ... Disaat dia sakit-sakitan ,
dia masih menyempatkan untuk membuatkannya untukku .. tapi ..
Kalian sudah bertindak terlalu jauh .. tidak sadarkah
kalau kalian mengerjaiku lebih jauh ? Kau sudah mengambil album partiturku ,
mengacaukan grand recitalku , dan sekarang ... merebut barang terpenting dalam
hidupku ?
“ i .. ini sudah keterlaluan .. “
“ Moni? “
Ini sudah keterlaluan .. siapapun yang mengambilnya ...
TAKKAN KUMAAFKAN ! karena ... BIOLA ITU ADALAH BARANG TERPENTING DALAM HIDUPKU
!!!
***
“ Moni! hei ! Moni! tenangkan dirimu “
Pekikan Dwiki tidak dihiraukan oleh Moni . Amarahnya akan
menghilangnya biola yang paling berhaga baginya sudah membutakan hatinya .
Tangannya tak dapat berhenti bergegar . Matanya memancarkan aura balas dendam
yang sangat kuat .
“ Tenangkan dirimu , Moni!
kau tidak bisa ... “ Kata Dwiki terhenti diujungnya
. Badannya seakan digetarkan oleh perasaan yang dialirkan oleh Moni . Badannya
sampai ikut merasakan getaran yang dasyat . Dan kemarahan yang pekat .
“ Moni, aku takkan mengentikanmu untuk sekarang . Tapi izinkan
aku bertanya padamu .” kata Dwiki .
Moni terus berjalan .
“ Jangan habiskan
waktuku untuk menjawab pertanyaan bodohm
..”
“ Seberapa besarnya
keberadaan biola itu dan seberapa
besar pentingnya bola itu bagimu ? hingga kau bertindak sejauh ini ? “ sela Dwiki .
Langkah Moni terhenti . Matanya mulai menitikkan air mata
dengan lembutnya . Badannya berhenti bergetar , namun berganti tangannya yang
bergetar . Digigit ujung bibirnya dengan gigi yang bergetar .
Moni
membalikkan tubuhnya dan menjawab , “ Biola itu aalah peninggalan terakhir
orang yang aku sukai .. dia membayarnya sebagai ganti atas biola yang dulu
kujual demi membiayai pengobatannya
. Pada akhirnya , aku merasakan keberadaannya melalui biola itu .. tapi ... “
“ ‘ Merasakan keberadaan ‘ ? memangnya orang yang kau sukai
itu kemana ? sampai kau menjadikan biola itu pengganti dirinya ? ah , aku tahu
! kau ditolak olehnya dan dia pindah ke
luar kota atau semacamnya ? “
“ Jangan bicara seakan
kau tahu segalanya tentangku ... kau tahu apa tentang gadis yang dengan
mata-kepalanya sendiri menyaksikan orang yang dicintainya , satu-satunya orang
yang menyelamatkan hidupnya dari dilema keluarga berkepanjangan ... TERBUNUH ,
BERLUMURAN DARAH
DIDEPAN MATANYA ? KAU TAHU APA ? “
Dwiki tersentak , dia baru mengetahui luka terdalam hati
Moni yang dikenalnya sebagai violinist
manja tidak tahu diri . Dan ...
“ Tunggu dulu ..
jangan-jangan ... kau ...Ratreia Harmoni ?
“
“ Iya ! “
“ Siapa nama orang
yang kau sukai itu ... ?”
Moni menggigit bibirnya . Mukanya berubah menjadi merah .
“ Dw-Dwi Battista Tanja... cih! Bukankah sudah cukup ? kau tidak perlu menanyakannya lebih
lanjut ! Kau tahu apa tentang aku ? sudahlah , biarkan aku sendirian ! “
Moni berlari menjauh . Dengan tangis hebat melandainya .
Dwiki
terdiam di tempat , dengan senyuman kemenangan yang terpatri dibibir lembutnya
, “ Akhirnya aku menemukanmu , Ratreia “
***
“ Maafkan kami ! “
“ He ? apa apa ? “
“ Kami sudah mendengar
pembicaraan anda dan Moni . Dan setelah kami mengetahui apa yang menyebabkan
Ratreia menangis kemarin , kami menyesal
. Ini , tolong kembalikan padanya . Kami sudah tidak punya muka untuk
mengembalikannya di depan matanya
“ kata para pelaku yang tiba-tiba
mengaku . Baru kali ini aku
mengetahui makna ‘ maling teriak maling ‘
“ Baiklah tidak apa-apa .
Akan kusampaikan padanya . Tapi , izinkan
aku bertanya . Apa alasan atas kejahilan yang telah kalian lakukan ? “ tanyaku
“ Ka .. kami dulu
violinis di panggung Pak David .
Kami merasa bisa bermain lebih bagus darinya . Tapi dia malah mendapatkan
sambutan lebih banyak . “
Aku tersenyum mendengarkan kata-katanya . Memang lebih
enak mendengar pengakuan dari orang yang bersalah daripada mendengar keluhan
dari korban .
Kuberatkan sedikit suaraku , “ Begini , kuberitahukan
rahasia kesuksesan Moni . kalian boleh mencontohnya ! Dan kujamin konser kalian akan sangat
meriah “ ajakku .
“ benarkah ? apa itu ? “ tanya mereka bersemangat .
“ Cinta dari orang disekitar anda ! Moni sukses karena adanya support dari orang yang
menyayanginya . Dia tidak membutakan matanya dari orang yang mencintainya .
Sekalipun penderitaannya akan cinta dapat membuatnya untuk menutup hatinya pada
orang lain , dia tidak melakukannya
. Karena menurutnya , di dunia ini dia dibutuhkan dan harus berjuang demi orang
yang membutuhkannya “
Para pelaku yang tidak diketahui namanya pun menangis
entah karena menyesal atau terharu . Dan terima kasih karena mereka , aku harus
mengepel lantai ini setelah mereka selesai menangis sebelum para staff melihat
dan menanyakanku darimana asal air mata ini dan membuat kesalahpahaman bahwa
aku membuat orang lain menangis.
Setelah beberapa menit pun berlalu , mereka menyadari
bahwa keberadaan mereka membuatku mulai kesal dan mereka pun mengangkat kaki
mereka dari hadapanku . Dan setelah mereka pergi , dengan secepat kilat
kusambar biola Moni yang ada didalam case itu .
“ Ternyata benar , ukirannya memang tidak setebal dulu . Tapi aku yakin 100% ini yang kuukir waktu
itu . hah ..memang aneh mengukir
tulisan ‘ terima kasih ‘ di biola . Pasti gara-gara ini biola ini jadi jelek
suaranya “ kataku dalam hati .
Tapi aku memang tidak menyangka . Ibu ternyata
mengabulkan permintaanku waktu itu. Kukira Ibu tidak mendengarkan dan
menganggap bahwa tentang identitasku dulu dan biola ini sudah tidak penting
lagi.
Dan aku bodoh juga tidak sadar kalau dia Harmoni ...
Apa aku bisa disebut orang jenius lagi ya ? kalau sebodoh
ini . dan kata-katanya ...
“ Aku ingin memainkan satu lagu untukmu “
Hemh . Dasar bodoh . Lagu yang kuinginkan hanyalah Violin
Sonata 6-nya Niccolo Paganini . Lagu
yang kau mainkan . Tepat disaat aku pertama kali bertemu denganmu .
Drttt~~~~~
Heh ? siapa yang menelpon di jam begini ?
“ Halo , Dengan Dwiki Tanjaya disini.. ah , ternyata kau
. Ada perlu apa ? “
Eh ?
“ Hentikan saja “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar