Senin, 23 Juli 2012

The Red Comb Series 2 : Under The Sakura Blowing Part 5


5


“ Pangeran Mahkota , Pangeran Kagaya ingin bertemu dengan anda “ panggil saiga . Pangeran Mahkota membereskan bukunya dan mengizinkan Pangeran Kagaya masuk .
Seperti apa yang dikatakan , Pangeran Kagaya masuk dan memberi penghormatan dengan wajah yang lusuh . Pangeran Mahkota mengangkat kepalanya . air mata di pipinya masih saja belum kering oleh waktu . karena sejak tadi yang dilakukan Pangeran Mahkota hanyalah menangis . menangisi kemalangannya . memegang buku tua yang sudah basah akan airmata di genggamannya . setelah duduk , sorot mata Pangeran Kagaya mulai berubah . memancarkan kesedihan dan kemarahan yang mendalam hanya dengan menatapnya . dia pun memulai pembicaraan ,” Pangeran Mahkota , apakah anda memanggil hamba ? “
Pangeran Mahkota memalingkan pandangannya ke buku yang dipeganginya tadi  . mulutnya membisu .
“ apakah ada yang anda inginkan dari hamba , Pangeran Mahkota ? “ tanya Pangeran Kagaya sekali lagi . kali ini , Pangeran Mahkota mulai menatap Pangeran Kagaya dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya .
“ apakah ... apakah kau sudah melihatnya ? “ tanya Pangeran Mahkota kabur . pandangannya kembali seperti sebelumnya , hanya saja menunduk .
Pangeran Kagaya bingung , arti dari apa yang dikatakan Pangeran Mahkota sangat samar , “ apa maksud yang mulia ? maafkan hamba tidak menyerap maksud dari per .. “
“ apakah kau dapat melihat saat terakhir Kayamaru-hime ? “ potong Pangeran Mahkota .
Pangeran Kagaya sedikit tersentak walau hatinya sakit mendengar kata-kata itu terucap dari mulut kakaknya . dia pun menaikkan kepalanya , dengan menahan air mata yang tengah dibendungnya . dia menjawab , “ ya , Pangeran Mahkota “
“ apakah kau segitunya beruntung ? “ tanya Pangeran Mahkota lagi , membuat Pangeran Kagaya tak dapat membendung kemarahannya dan air matanya . mengapa kata itu ? pikirnya . tangan kekarnya memegang erat kimononya . pikirnya , “ jika aku bertindak sembrono , Putri Kayamaru di surga pasti akan kecewa padaku “  . Pangeran Kagaya menelan air ludahnya .
Akan tetapi , kesabaran Pangeran Kagaya tidak bertahan lama . setelah hening beberapa saat . kedua tangannya tidak lagi menggenggam ujung kimononya , melainkan mengepalkan tangannya seakan ingin melambungkan tinjuan pada seseorang  . hatinya kian panas . tidak cukupkah kehilangan gadis yang disayanginya , kini harus menghadapi pertanyaan panas kakaknya .
Tak dapat menahan amarah lagi , dirinya berdiri dengan mata yang penuh kebencian namun melukiskan kemalangan dan dendam .
“ apakah anda pikir .. melihat api yang ingin disentuh , berarti tangan kita tidak terbakar karena menyentuhnya ? “ tanya Pangeran Kagaya lantang . Pangeran Mahkota mengangkat kepalanya , terkejut akan sikap adiknya yang tak biasa .
“ Kagaya .. “
“ apakah anda pikir , melihat orang yang anda sayangi dengan sepenuh hatimu , dilalap oleh api yang demikian panasnya menjadi abu , disirami oleh air mata darah , disaksikan oleh orang yang menangisinya karena dia tak ada , anda pikir itu beruntung ? “
“ Kagaya ! “
“ Kayamaru-hime menjadi korban dari keegoisan anda ! karena kemanjaan andalah ... karena anda .. dia mengalami penderitaan segitu banyaknya ! apakah anda memikirkan perasaannya ? bagiku tidak masalah dengan siapa Kayamaru-hime memberikan hatinya . melihat senyumnya saja hatiku sudah sangat berterima kasih . tapi anda ? ah .. hamba sudah tahu ! apakah anda menggunakan Kayamaru-hime sebagai kambing hitam ? lihatlah dampak dari perbuatan anda ! Perdana Menteri Ichijou tidak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri , Kayamaru-hime .. Kayamaru-hime ... “
Suasana kian panas , hati kedua pangeran itu menjadi tidak biasa . Pangeran Kagaya pun menyadari kelancangannya dan duduk . lalu menunduk permintaan maaf dan keluar . meninggalkan duka mendalam pada Pangeran Mahkota .
“ Kagaya .. kenapa kau bisa segitu lancangnya berbicara seperti itu pada kakakmu ? “
Disisi lain istana , masih ada pria yang menyisahkan duka mendalam semendalam kedua pangeran itu . ialah Perdana Menteri Tokugawa Ichijou . dia adalah orang yang pertama kalinya bertemu dengan Kayamaru saat seleksi pelayan dan pengawal istana pengganti . selain itu , dia mulai menyadari , ada perasaan tak biasa yang berkembang di hatinya kepada putri malang itu .
Matanya menatap langit yang gelap gempita , tiada bulan , tiada bintang . tak ada apapun yang menyinari malam itu . sedikit demi sedikit matanya tertutup . membayangkan saat-saat bersama dengan  Kayamaru yang memberikan sedikit ketenangan baginya .
***
Pagi yang sangat menyengat kulit . siapapun pasti takkan bertahan dibawah sinar yang demikian terik . apalagi Kayamaru . setelah diam-diam turun dari kapal yang ditumpanginya selama seminggu tanpa makan dan minum , putri malang itu berjalan menulusuri jalan yang bahkan dia tak tahu dimana . ingin mencoba berinteraksi dengan penduduk dan mencari tahu , yang ada hanyalah diejek akan kelusuhannya . sungguh malang nian putri itu . berjalan menulusuri jalan yang berbatu tanpa sepasang alas dikakinya yang mulai kasar akan air laut yang terkadang membasahi kakinya . menutupi identitasnya di tempat yang dia tak tahu dimana .
Pagi berganti siang . dan siang itu bukan main panasnya . tak dapat menahan diri dan menjaga harga dirinya , dengan keterpaksaan , Kayamaru berjalan dengan pandangan yang mulai kabur ke pasar yang ramai dan sesak , menadahkan tangan dan meminta uang . menjadi “ pengemis “ . hanya itu bayangan yang terpintas di pikirannya . baginya , kini dia harus membuang nama “ Putri “ dan hidup sebagai gelandangan .
Menunggu seseorang dengan baik hati menyisihkan uang deminya sedangkan di pasar itu banyak sekali orang yang sama dengannya , Kayamaru tidak putus asa . ditungguinya sampai hari kian gelap . saat sang putri malang melirik tangannya , yang didapatnya hanyalah satu koin dengan nilai yang tidak seberapa . bahkan untuk membeli makanan paling murah saja membutuhkan setidaknya 3 koin . dengan nafas tersengal , Kayamaru meletakkan kepalanya diatas kios kosong yang dipenuhi dedaunan kering dan debu . tidak peduli akan penyakitnya yang harus menjauhi debu , kayamaru berusaha tidur di kios kosong itu .
Dalam mimpinya , Kayamaru melihat bayangan wanita dan pria yang sama persis dengan ayah ibunya yang menghilang tengah mengulurkan tangannya , sang putri berusaha mengulurkan tangannya . dan saat membuka matanya , ternyata itu bukanlah mimpi . kedua orang tuanya , ada didepannya , meneteskan air mata haru dan bahagia , dapat bertemu dengan putrinya sekali lagi .
“Kayamaru , apakah anda Kayamaru ?  Kayamaru ? “ tanya Hisada sambil merangkul kayamaru dalam pelukannya . { catatan : Kepala pelayan istana kaisar , Raiga Hisada dan Mantan Perdana menteri , Toyotomi Hakou adalah orang tua kandung Kayamaru dan pengawal Pangeran Kagaya , Kayamura . keduanya menghilang dengan cara yang sama seperti kayamaru , akan tetapi dapat meloloskan diri dengan selamat dan menyambung hidup dengan mudah sekalipun dimata orang lain mereka bukan bangsawan lagi }
Raiga dengan air mata sedih melihat keadaan berbanding terbalik dengan apa yang seharusnya dia terima diistana , dengan kaki penuh luka , wajah yang kurus , nafas tersengal , bibir yang menjadi putih  , mata yang kering , dan baju yang sudah tak layak lagi dipakai . Ibu macam apa yang tidak sedih melihat putrinya berkeadaan seperti itu ?
Haru bercampur bahagia menyelimuti Kayamaru . dipeluknya kedua orang tuanya dengan air mata tertetes menggambarkan kebahagiaannya saat itu . tak kalah dengan putri kembarnya yang sudah menjadi putri angkat kaisar , Hakou dengan lembutnya membelai rambut panjang Kayamaru yang lusuh . menitikkkan air mata kebahagiaan .
“ karena sudah lama sekali ... aku ingin lebih lama dengan Ibu dan Ayah “ kata Kayamaru manja .
Hisada tersenyum lembut , “ Iya , akan Ibu buatkan masakan kesukaanmu pulangnya ya “
Berbanding terbalik dengan istana . di Istana , Kaisar masih saja bersedih . gurauan Permaisuri saja sama sekali tidak mengobati kesedihannya . tidak disangka , gadis yang sudah diangkatnya anak ternyata sudah tiada .
Dengan menghela nafas , Kaisar berkata , “ kenapa ini bisa terjadi ? padahal masih ada banyak hal yang ingin kukatakan pada putri “
Permaisuri pun paham akan apa yang mengakibatkan kegalauan sang Kaisar .
“ apa yang ingin yang mulia katakan pada putri ? “ tanyanya sopan . kaisar menundukkan kepalanya , lalu menaikkan kepalanya , menatap langit .
“ padahal , saya sangat menginginkan Kayamaru mendampingi salah satu dari Pangeran kita . antara Pangeran Mahkota atau Pangeran Kagaya . Kayamaru sangat bijak dan pengetahuannya akan politik , tidak diragukan lagi . sekalipun Ayahnya hanyalah Pengawal Istana . anak seperti itu sangat sulit ditemui . mungkin hanya ada satu dalam 100 tahun. Anak seberbakat itu sangat pantas mendampingi Pangeran . hanya saja aku tidak tahu apakah diantara mereka berdua , apakah mereka menyukai dia atau dia menyukai keduanya . “ tanyanya panjang .
Permaisuri ikut bersedih . kenyataannya , Pangeran Kagaya sangat suka menemani kayamaru diberbagai kesempatan , dan Pangeran Mahkota sangat suka belajar bersama Kayamaru yang tampak seperti guru baginya .
Tanpa disasari , percakapan keduanya terdengar oleh Ichijou yang sejak tadi bersama dengan Kaisar . sungguh bukan main sakit hati pria tampan itu mendengar rencana kaisar sebelum kayamaru tiada .
Dirogoh salah satu lengan jubah kimononya dan memegang sisir merah yang ingin sekali dia berikan pada Kayamaru . teringat detik-detik kebersamaan keduanya yang diwarnai perdebatan , candaan , dan sampai saat Kayamaru dikuburkan .
Terhenti dari lamunannya , Ichijou merasakan ada sesuatu yang ganjil dengan pemakaman Kayamaru . “ mengapa sejak ada berita Kayamaru-hime meninggal , tidak ada satupun yang boleh mendekati jasadnya ? mengapa semuanya hanya bisa melihat Kayamaru-hime dikuburkan ? kenapa hanya saat jasad Kayamaru-hime dibakar menjadi abu saja ? kenapa tidak ada penyebab kematian yang spesifik dan langsung dibakar ? “ pertanyaan yang tak terjawab itu timbul dari benaknya .
Dengan langkah secepat hyena , Ichijou berlari menghampiri orang-orang yang melihat pemakamannya . dan  tujuan pertamanya adalah , Pangeran Kagaya .
Langkahnya terhenti tepat di hadapan Pangeran yang dicarinya . awalnya , Pangeran Kagaya cukup terkejut akan kehadiran Ichijou yang diliputi ekspresi yang jarang dijumpainya . tak ingin mengecewakan pria yang terus berdiri terpaku dihadapannya , Ichijou dipersilahkan masuk ke kamar pribadinya .
Pangeran kagaya pun bertanya , “ apa yang membawamu kemari , Tokugawa-san ? “
 “ maaaf akan kelancangan hamba yang seenaknya berdiri di hadapan Pangeran tanpa hormat terlebih dahulu . “
Pangeran Kagaya tertawa kecil . tampak sekali bahwa dia memakluminya .
“ tidak apa-apa . saya juga sering seperti itu . “
“ pangeran .. “
“ ya ? “
“ saya merasakan ada suatu keganjilan dengan pemakaman Kayamaru-hime . dan mengingatnya .. timbul banyak sekali pertanyaan akan keganjilan itu “
Pangeran Kagaya dengan  sangat serius mendengarkannya . mendengar nama “ Kayamaru “ saja membuatnya tertarik untuk memasang kedua telinganya baik-baik  .
“ apa itu ? “ tanyanya .
“ mengapa sejak ada berita Kayamaru-hime meninggal , tidak ada satupun yang boleh mendekati jasadnya ? mengapa semuanya hanya bisa melihat Kayamaru-hime dikuburkan ? kenapa hanya saat jasad Kayamaru-hime dibakar menjadi abu saja ? kenapa tidak ada penyebab kematian yang spesifik dan langsung dibakar ? “ jawab Ichijou  yang lebih terdengar seperti sebuah pertanyaan maupun protes .
“ eitts !! pelan-pelan dulu ! tenagkan diri ... hemh “
Pangeran Kagaya pun tersadar . mungkin ada kebenaran dari apa yang ditanyakan Ichijou . tidak ! tepatnya , ada seseorang dibalik semua ini dan pasti sesuatu yang buruk terjadi pada Putri sebelum dia meninggalkan dunia ini .
  sepertinya , kita bisa mencari apa yang sebenarnya terjadi bersama-sama . saya yakin ada seseorang dibalik keganjilan itu “
  apa  tidak lebih baik jika kita meminta bantuan dari Pangeran Mahkota ? bukankah Pangeran .. “
“ tidak ! tidak bisa ! “
“ kenapa , Pangeran ? dengan posisi Pangeran Mahkota , kita bisa mendapatkan bantuan dari pejabat-pejabat istana yang mungkin tahu .. “
“ apa kau lupa ? siapa yang membuatmu turun dari jabatanmu semula ? siapa yang membuat Putri menghilang dan pada akhirnya berakhir seperti itu ? hanya ada satu jawaban , Pangeran Mahkota ! dia takkan mau memberikan bantuan pada kita . kita harus meminta Saiga . “
“ maafkan kelancangan hamba , akan tetapi , bukankah sama saja ? “
Pangeran Kagaya mengerutkan dahinya , benar juga , pikirnya . tapi ..
“ Saiga adalah satu-satunya yang menentang perintah pangeran Mahkota . dan bagaimanapun , Saiga adalah relatif jauh dari Putri Kayamaru . “ tolak Pangeran Kagaya .
Ichijou tersentak . dia pun memberi hormat dan meninggalkan Pangeran Kagaya . sebelum pergi , Ichijou berkata , “ aku akan menyelidiki Menteri Keuangan . hamba melihat ekspresi Menteri saat itu seperti senang melihat Kayamaru-hime tidak ada . dan 1 jam sebelum Kayamaru-hime Meninggal , dia menghilang . hamba yakin dia memiliki hubungan dengan kematian Putri . hamba yakin , Putri akan tersenyum jika kita mengungkapkan misteri ini “
Kata-kata Ichijou membekas dipelupuk hatinya . terlebih kalimat : hamba yakin , Putri akan tersenyum jika kita mengungkapkan misteri ini .
Kakinya melangkah menuju pohon sakura dimana Putri Kayamaru sering sekali berteduh dibawahnya sambil memandang langit . terlebih saat keduanya berbagi canda dan tawa . kepalanya menghadap keatas langit yang tengah gelap gempita . berusaha menyentuh salah satu bintang sambil berkata , “ apakah kau bahagia disana ? aku ingin melihat senyum jelekmu lagi ,tahu ? “ senyum kecil tersungging dari bibirnya . diiringin air mata kerinduan .
***
“ selamat datang “ sambut Kayamaru dengan senyum lembut di  pipinya . para konsumen menjadi betah berlama-lama di restoran itu . keramahan Kayamaru yang tidak dibuat-buat menumbuhkan kenyamanan dimata para konsumen .
Ya , menjalani kehidupan baru sebagai rakyat biasa . itulah yang tengah dilakukannya sekarang . baginya , tidak masalah mengambil peran itu selagi dia belum ditemukan . bahkan dalam hatinya , dia sama sekali tak ingin kembali ke istana . mengingat hal buruk yang menimpanya membuatnya trauma akan istana .
Di kota yang sama , Ichijou menyamar dengan kimono biasa dan pernik murah . dengan kepercayaan diri , dia membawa sisir merah yang ingin dia berikan pada Kayamaru . baginya , melihat sisir itu saja , serasa Putri yang disanjungnya itu berada disisinya . lagipula , sebelum insiden itu terjadi , keduanya pernah berjanji untuk ke pasar bersama-sama . sungguh pria malang .
Langkahnya terhenti di toko dimana dia membeli sisir merah itu . dengan cermat dia melihat-lihat pernak-pernik yang dijual disana .
“ apa yang bisa saya bantu , tuan ? “ tanya sang pedagang .
Ichijou mengakhiri acara melihat-lihatnya dan meninggalkan toko itu . perutnya terasa sangat berisik tanda lapar . melirik dompet yang tebal , tidak enak dilihat oleh rakyat . mengingat dompet yang dimiliki Ichijou adalah dompet mahal yang berupa cinderamata dari Perdana Menteri terdahulu . melihat dompet seperti itu , pasti akan ketahuan bahwa dia bangsawan .  diam-diam , Ichijou mengambil 2 keping emas dan berjalan santai ke suatu restoran kecil yang tengah ramai pengunjungnya .
“ maaf , bisa saya memesan ? “ pesan Ichijou . sesekali pandangannya tertuju pada segala penjuru restoran tak terurus itu .
Datanglah sang pelayan , Ichijou tidak menoleh sekalipun .
  soba miso  untuk satu orang “ pesan Ichijou . matanya masih ke bawah .
Pelayan itu kaku melihat orang yang ada dihadapannya . badannya kaku . karenanya , teko  yang dipegangnya sejak tadi terjatuh dan tertumpah tepat 3 cm dekat dengan kaki Ichijou .
Ichijou naik darah , ada apa dengan pelayan ini ? sejak tadi hanya membisu ? pikirnya . dia pun menaikkan kepalanya . matanya tiba-tiba melebar . beradu pandang dengan sang pelayan .
Sang pelayan luar biasa terkejut . mengetahui orang yang disangkanya orang yang dikenalnya , ternyata memang orang yang dikenalnya .
“ i .. ichijou .. –san ? “
“ hime .. kah ? “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar