5
“ Pangeran
Mahkota , Pangeran Kagaya ingin bertemu dengan anda “ panggil saiga . Pangeran
Mahkota membereskan bukunya dan mengizinkan Pangeran Kagaya masuk .
Seperti apa
yang dikatakan , Pangeran Kagaya masuk dan memberi penghormatan dengan wajah
yang lusuh . Pangeran Mahkota mengangkat kepalanya . air mata di pipinya masih
saja belum kering oleh waktu . karena sejak tadi yang dilakukan Pangeran
Mahkota hanyalah menangis . menangisi kemalangannya . memegang buku tua yang
sudah basah akan airmata di genggamannya . setelah duduk , sorot mata Pangeran
Kagaya mulai berubah . memancarkan kesedihan dan kemarahan yang mendalam hanya
dengan menatapnya . dia pun memulai pembicaraan ,” Pangeran Mahkota , apakah
anda memanggil hamba ? “
Pangeran
Mahkota memalingkan pandangannya ke buku yang dipeganginya tadi . mulutnya membisu .
“ apakah ada
yang anda inginkan dari hamba , Pangeran Mahkota ? “ tanya Pangeran Kagaya
sekali lagi . kali ini , Pangeran Mahkota mulai menatap Pangeran Kagaya dengan
tatapan yang berbeda dari sebelumnya .
“ apakah ...
apakah kau sudah melihatnya ? “ tanya Pangeran Mahkota kabur . pandangannya
kembali seperti sebelumnya , hanya saja menunduk .
Pangeran
Kagaya bingung , arti dari apa yang dikatakan Pangeran Mahkota sangat samar , “
apa maksud yang mulia ? maafkan hamba tidak menyerap maksud dari per .. “
“ apakah kau
dapat melihat saat terakhir Kayamaru-hime ? “ potong Pangeran Mahkota .
Pangeran
Kagaya sedikit tersentak walau hatinya sakit mendengar kata-kata itu terucap
dari mulut kakaknya . dia pun menaikkan kepalanya , dengan menahan air mata
yang tengah dibendungnya . dia menjawab , “ ya , Pangeran Mahkota “
“ apakah kau
segitunya beruntung ? “ tanya Pangeran Mahkota lagi , membuat Pangeran Kagaya
tak dapat membendung kemarahannya dan air matanya . mengapa kata itu ? pikirnya
. tangan kekarnya memegang erat kimononya . pikirnya , “ jika aku bertindak
sembrono , Putri Kayamaru di surga pasti akan kecewa padaku “ . Pangeran Kagaya menelan air ludahnya .
Akan tetapi ,
kesabaran Pangeran Kagaya tidak bertahan lama . setelah hening beberapa saat .
kedua tangannya tidak lagi menggenggam ujung kimononya , melainkan mengepalkan
tangannya seakan ingin melambungkan tinjuan pada seseorang . hatinya kian panas . tidak cukupkah
kehilangan gadis yang disayanginya , kini harus menghadapi pertanyaan panas
kakaknya .
Tak dapat
menahan amarah lagi , dirinya berdiri dengan mata yang penuh kebencian namun
melukiskan kemalangan dan dendam .
“ apakah anda
pikir .. melihat api yang ingin disentuh , berarti tangan kita tidak terbakar
karena menyentuhnya ? “ tanya Pangeran Kagaya lantang . Pangeran Mahkota
mengangkat kepalanya , terkejut akan sikap adiknya yang tak biasa .
“ Kagaya .. “
“ apakah anda
pikir , melihat orang yang anda sayangi dengan sepenuh hatimu , dilalap oleh
api yang demikian panasnya menjadi abu , disirami oleh air mata darah ,
disaksikan oleh orang yang menangisinya karena dia tak ada , anda pikir itu
beruntung ? “
“ Kagaya ! “
“
Kayamaru-hime menjadi korban dari keegoisan anda ! karena kemanjaan andalah ...
karena anda .. dia mengalami penderitaan segitu banyaknya ! apakah anda
memikirkan perasaannya ? bagiku tidak masalah dengan siapa Kayamaru-hime
memberikan hatinya . melihat senyumnya saja hatiku sudah sangat berterima kasih
. tapi anda ? ah .. hamba sudah tahu ! apakah anda menggunakan Kayamaru-hime
sebagai kambing hitam ? lihatlah dampak dari perbuatan anda ! Perdana Menteri
Ichijou tidak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri , Kayamaru-hime ..
Kayamaru-hime ... “
Suasana kian
panas , hati kedua pangeran itu menjadi tidak biasa . Pangeran Kagaya pun
menyadari kelancangannya dan duduk . lalu menunduk permintaan maaf dan keluar .
meninggalkan duka mendalam pada Pangeran Mahkota .
“ Kagaya ..
kenapa kau bisa segitu lancangnya berbicara seperti itu pada kakakmu ? “
Disisi lain
istana , masih ada pria yang menyisahkan duka mendalam semendalam kedua
pangeran itu . ialah Perdana Menteri Tokugawa Ichijou . dia adalah orang yang
pertama kalinya bertemu dengan Kayamaru saat seleksi pelayan dan pengawal istana
pengganti . selain itu , dia mulai menyadari , ada perasaan tak biasa yang
berkembang di hatinya kepada putri malang itu .
Matanya
menatap langit yang gelap gempita , tiada bulan , tiada bintang . tak ada
apapun yang menyinari malam itu . sedikit demi sedikit matanya tertutup .
membayangkan saat-saat bersama dengan
Kayamaru yang memberikan sedikit ketenangan baginya .
***
Pagi yang
sangat menyengat kulit . siapapun pasti takkan bertahan dibawah sinar yang
demikian terik . apalagi Kayamaru . setelah diam-diam turun dari kapal yang
ditumpanginya selama seminggu tanpa makan dan minum , putri malang itu berjalan
menulusuri jalan yang bahkan dia tak tahu dimana . ingin mencoba berinteraksi
dengan penduduk dan mencari tahu , yang ada hanyalah diejek akan kelusuhannya .
sungguh malang nian putri itu . berjalan menulusuri jalan yang berbatu tanpa
sepasang alas dikakinya yang mulai kasar akan air laut yang terkadang membasahi
kakinya . menutupi identitasnya di tempat yang dia tak tahu dimana .
Pagi berganti
siang . dan siang itu bukan main panasnya . tak dapat menahan diri dan menjaga
harga dirinya , dengan keterpaksaan , Kayamaru berjalan dengan pandangan yang
mulai kabur ke pasar yang ramai dan sesak , menadahkan tangan dan meminta uang
. menjadi “ pengemis “ . hanya itu bayangan yang terpintas di pikirannya .
baginya , kini dia harus membuang nama “ Putri “ dan hidup sebagai gelandangan
.
Menunggu
seseorang dengan baik hati menyisihkan uang deminya sedangkan di pasar itu
banyak sekali orang yang sama dengannya , Kayamaru tidak putus asa .
ditungguinya sampai hari kian gelap . saat sang putri malang melirik tangannya
, yang didapatnya hanyalah satu koin dengan nilai yang tidak seberapa . bahkan
untuk membeli makanan paling murah saja membutuhkan setidaknya 3 koin . dengan
nafas tersengal , Kayamaru meletakkan kepalanya diatas kios kosong yang
dipenuhi dedaunan kering dan debu . tidak peduli akan penyakitnya yang harus
menjauhi debu , kayamaru berusaha tidur di kios kosong itu .
Dalam
mimpinya , Kayamaru melihat bayangan wanita dan pria yang sama persis dengan
ayah ibunya yang menghilang tengah mengulurkan tangannya , sang putri berusaha
mengulurkan tangannya . dan saat membuka matanya , ternyata itu bukanlah mimpi
. kedua orang tuanya , ada didepannya , meneteskan air mata haru dan bahagia ,
dapat bertemu dengan putrinya sekali lagi .
“Kayamaru ,
apakah anda Kayamaru ? Kayamaru ? “
tanya Hisada sambil merangkul kayamaru dalam pelukannya . { catatan : Kepala
pelayan istana kaisar , Raiga Hisada dan Mantan Perdana menteri , Toyotomi
Hakou adalah orang tua kandung Kayamaru dan pengawal Pangeran Kagaya , Kayamura
. keduanya menghilang dengan cara yang sama seperti kayamaru , akan tetapi
dapat meloloskan diri dengan selamat dan menyambung hidup dengan mudah sekalipun
dimata orang lain mereka bukan bangsawan lagi }
Raiga dengan
air mata sedih melihat keadaan berbanding terbalik dengan apa yang seharusnya
dia terima diistana , dengan kaki penuh luka , wajah yang kurus , nafas
tersengal , bibir yang menjadi putih ,
mata yang kering , dan baju yang sudah tak layak lagi dipakai . Ibu macam apa
yang tidak sedih melihat putrinya berkeadaan seperti itu ?
Haru
bercampur bahagia menyelimuti Kayamaru . dipeluknya kedua orang tuanya dengan
air mata tertetes menggambarkan kebahagiaannya saat itu . tak kalah dengan
putri kembarnya yang sudah menjadi putri angkat kaisar , Hakou dengan lembutnya
membelai rambut panjang Kayamaru yang lusuh . menitikkkan air mata kebahagiaan
.
“ karena
sudah lama sekali ... aku ingin lebih lama dengan Ibu dan Ayah “ kata Kayamaru
manja .
Hisada
tersenyum lembut , “ Iya , akan Ibu buatkan masakan kesukaanmu pulangnya ya “
Berbanding
terbalik dengan istana . di Istana , Kaisar masih saja bersedih . gurauan
Permaisuri saja sama sekali tidak mengobati kesedihannya . tidak disangka ,
gadis yang sudah diangkatnya anak ternyata sudah tiada .
Dengan
menghela nafas , Kaisar berkata , “ kenapa ini bisa terjadi ? padahal masih ada
banyak hal yang ingin kukatakan pada putri “
Permaisuri
pun paham akan apa yang mengakibatkan kegalauan sang Kaisar .
“ apa yang
ingin yang mulia katakan pada putri ? “ tanyanya sopan . kaisar menundukkan
kepalanya , lalu menaikkan kepalanya , menatap langit .
“ padahal ,
saya sangat menginginkan Kayamaru mendampingi salah satu dari Pangeran kita .
antara Pangeran Mahkota atau Pangeran Kagaya . Kayamaru sangat bijak dan
pengetahuannya akan politik , tidak diragukan lagi . sekalipun Ayahnya hanyalah
Pengawal Istana . anak seperti itu sangat sulit ditemui . mungkin hanya ada
satu dalam 100 tahun. Anak seberbakat itu sangat pantas mendampingi Pangeran .
hanya saja aku tidak tahu apakah diantara mereka berdua , apakah mereka
menyukai dia atau dia menyukai keduanya . “ tanyanya panjang .
Permaisuri
ikut bersedih . kenyataannya , Pangeran Kagaya sangat suka menemani kayamaru
diberbagai kesempatan , dan Pangeran Mahkota sangat suka belajar bersama
Kayamaru yang tampak seperti guru baginya .
Tanpa
disasari , percakapan keduanya terdengar oleh Ichijou yang sejak tadi bersama
dengan Kaisar . sungguh bukan main sakit hati pria tampan itu mendengar rencana
kaisar sebelum kayamaru tiada .
Dirogoh salah
satu lengan jubah kimononya dan memegang sisir merah yang ingin sekali dia
berikan pada Kayamaru . teringat detik-detik kebersamaan keduanya yang diwarnai
perdebatan , candaan , dan sampai saat Kayamaru dikuburkan .
Terhenti dari
lamunannya , Ichijou merasakan ada sesuatu yang ganjil dengan pemakaman
Kayamaru . “ mengapa sejak ada berita Kayamaru-hime meninggal , tidak ada
satupun yang boleh mendekati jasadnya ? mengapa semuanya hanya bisa melihat
Kayamaru-hime dikuburkan ? kenapa hanya saat jasad Kayamaru-hime dibakar
menjadi abu saja ? kenapa tidak ada penyebab kematian yang spesifik dan
langsung dibakar ? “ pertanyaan yang tak terjawab itu timbul dari benaknya .
Dengan
langkah secepat hyena , Ichijou berlari menghampiri orang-orang yang melihat
pemakamannya . dan tujuan pertamanya
adalah , Pangeran Kagaya .
Langkahnya
terhenti tepat di hadapan Pangeran yang dicarinya . awalnya , Pangeran Kagaya
cukup terkejut akan kehadiran Ichijou yang diliputi ekspresi yang jarang
dijumpainya . tak ingin mengecewakan pria yang terus berdiri terpaku
dihadapannya , Ichijou dipersilahkan masuk ke kamar pribadinya .
Pangeran
kagaya pun bertanya , “ apa yang membawamu kemari , Tokugawa-san ? “
“ maaaf akan kelancangan hamba yang seenaknya
berdiri di hadapan Pangeran tanpa hormat terlebih dahulu . “
Pangeran
Kagaya tertawa kecil . tampak sekali bahwa dia memakluminya .
“ tidak
apa-apa . saya juga sering seperti itu . “
“ pangeran ..
“
“ ya ? “
“ saya
merasakan ada suatu keganjilan dengan pemakaman Kayamaru-hime . dan
mengingatnya .. timbul banyak sekali pertanyaan akan keganjilan itu “
Pangeran
Kagaya dengan sangat serius
mendengarkannya . mendengar nama “ Kayamaru “ saja membuatnya tertarik untuk
memasang kedua telinganya baik-baik .
“ apa itu ? “
tanyanya .
“ mengapa
sejak ada berita Kayamaru-hime meninggal , tidak ada satupun yang boleh
mendekati jasadnya ? mengapa semuanya hanya bisa melihat Kayamaru-hime
dikuburkan ? kenapa hanya saat jasad Kayamaru-hime dibakar menjadi abu saja ?
kenapa tidak ada penyebab kematian yang spesifik dan langsung dibakar ? “ jawab
Ichijou yang lebih terdengar seperti
sebuah pertanyaan maupun protes .
“ eitts !!
pelan-pelan dulu ! tenagkan diri ... hemh “
Pangeran
Kagaya pun tersadar . mungkin ada kebenaran dari apa yang ditanyakan Ichijou .
tidak ! tepatnya , ada seseorang dibalik semua ini dan pasti sesuatu yang buruk
terjadi pada Putri sebelum dia meninggalkan dunia ini .
“ sepertinya , kita bisa mencari apa yang
sebenarnya terjadi bersama-sama . saya yakin ada seseorang dibalik keganjilan
itu “
“ apa
tidak lebih baik jika kita meminta bantuan dari Pangeran Mahkota ?
bukankah Pangeran .. “
“ tidak !
tidak bisa ! “
“ kenapa ,
Pangeran ? dengan posisi Pangeran Mahkota , kita bisa mendapatkan bantuan dari
pejabat-pejabat istana yang mungkin tahu .. “
“ apa kau
lupa ? siapa yang membuatmu turun dari jabatanmu semula ? siapa yang membuat
Putri menghilang dan pada akhirnya berakhir seperti itu ? hanya ada satu
jawaban , Pangeran Mahkota ! dia takkan mau memberikan bantuan pada kita . kita
harus meminta Saiga . “
“ maafkan
kelancangan hamba , akan tetapi , bukankah sama saja ? “
Pangeran
Kagaya mengerutkan dahinya , benar juga , pikirnya . tapi ..
“ Saiga
adalah satu-satunya yang menentang perintah pangeran Mahkota . dan bagaimanapun
, Saiga adalah relatif jauh dari Putri Kayamaru . “ tolak Pangeran Kagaya .
Ichijou
tersentak . dia pun memberi hormat dan meninggalkan Pangeran Kagaya . sebelum
pergi , Ichijou berkata , “ aku akan menyelidiki Menteri Keuangan . hamba
melihat ekspresi Menteri saat itu seperti senang melihat Kayamaru-hime tidak
ada . dan 1 jam sebelum Kayamaru-hime Meninggal , dia menghilang . hamba yakin
dia memiliki hubungan dengan kematian Putri . hamba yakin , Putri akan
tersenyum jika kita mengungkapkan misteri ini “
Kata-kata
Ichijou membekas dipelupuk hatinya . terlebih kalimat : hamba yakin , Putri akan tersenyum jika kita mengungkapkan misteri ini
.
Kakinya
melangkah menuju pohon sakura dimana Putri Kayamaru sering sekali berteduh
dibawahnya sambil memandang langit . terlebih saat keduanya berbagi canda dan
tawa . kepalanya menghadap keatas langit yang tengah gelap gempita . berusaha
menyentuh salah satu bintang sambil berkata , “ apakah kau bahagia disana ? aku
ingin melihat senyum jelekmu lagi ,tahu ? “ senyum kecil tersungging dari
bibirnya . diiringin air mata kerinduan .
***
“ selamat
datang “ sambut Kayamaru dengan senyum lembut di pipinya . para konsumen menjadi betah
berlama-lama di restoran itu . keramahan Kayamaru yang tidak dibuat-buat
menumbuhkan kenyamanan dimata para konsumen .
Ya ,
menjalani kehidupan baru sebagai rakyat biasa . itulah yang tengah dilakukannya
sekarang . baginya , tidak masalah mengambil peran itu selagi dia belum
ditemukan . bahkan dalam hatinya , dia sama sekali tak ingin kembali ke istana
. mengingat hal buruk yang menimpanya membuatnya trauma akan istana .
Di kota yang
sama , Ichijou menyamar dengan kimono biasa dan pernik murah . dengan
kepercayaan diri , dia membawa sisir merah yang ingin dia berikan pada Kayamaru
. baginya , melihat sisir itu saja , serasa Putri yang disanjungnya itu berada
disisinya . lagipula , sebelum insiden itu terjadi , keduanya pernah berjanji
untuk ke pasar bersama-sama . sungguh pria malang .
Langkahnya
terhenti di toko dimana dia membeli sisir merah itu . dengan cermat dia
melihat-lihat pernak-pernik yang dijual disana .
“ apa yang
bisa saya bantu , tuan ? “ tanya sang pedagang .
Ichijou
mengakhiri acara melihat-lihatnya dan meninggalkan toko itu . perutnya terasa
sangat berisik tanda lapar . melirik dompet yang tebal , tidak enak dilihat
oleh rakyat . mengingat dompet yang dimiliki Ichijou adalah dompet mahal yang
berupa cinderamata dari Perdana Menteri terdahulu . melihat dompet seperti itu
, pasti akan ketahuan bahwa dia bangsawan .
diam-diam , Ichijou mengambil 2 keping emas dan berjalan santai ke suatu
restoran kecil yang tengah ramai pengunjungnya .
“ maaf , bisa
saya memesan ? “ pesan Ichijou . sesekali pandangannya tertuju pada segala
penjuru restoran tak terurus itu .
Datanglah
sang pelayan , Ichijou tidak menoleh sekalipun .
“ soba miso
untuk satu orang “ pesan Ichijou . matanya masih ke bawah .
Pelayan itu
kaku melihat orang yang ada dihadapannya . badannya kaku . karenanya ,
teko yang dipegangnya sejak tadi
terjatuh dan tertumpah tepat 3 cm dekat dengan kaki Ichijou .
Ichijou naik
darah , ada apa dengan pelayan ini ? sejak tadi hanya membisu ? pikirnya . dia
pun menaikkan kepalanya . matanya tiba-tiba melebar . beradu pandang dengan
sang pelayan .
Sang pelayan
luar biasa terkejut . mengetahui orang yang disangkanya orang yang dikenalnya ,
ternyata memang orang yang dikenalnya .
“ i ..
ichijou .. –san ? “
“ hime .. kah
? “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar