3
Istana sangat meriah akan pemusik istana dan arak-arakan yang mewah dan mahal demi menyambut kedatangan sang ketua penasehat kaisar ( taikou ) di istana hitachi . pemusik melantunkan music selamat datangnya dengan sangat keras ketika rombongan itu sudah dekat dengan istana sederhana itu .
Ohimesuke beserta para dayang menyambut Tuan Taikou dengan terhormat . bahkan Ohimesuke sengaja mengutus sado beserta para budak-budak cantik dari istana oomori yang memiliki hubungan baik demi memanjakan Tuan Taikou . Tuan Taikou pun dipersilahkan di ruang pertemuan sambil minum teh .
Ketika para pelayan dan Ohimesuke asyik memanjakan Tuan Taikou , Yuuya dan pengawal setianya , hitachi shichi, justru berada di gubuk tua sambil memakan makanan kecil .
“ pengawal , apakah anda tahu siapa yang menyelenggarakan arak-arakan itu ? “ Tanya Yuuya
Shichi menggaruk-garuk kepalanya . dia sama sekali tidak tahu siapa yang mengadakan arak-arakan itu . dia pun tersenyum sambil berkata ,
“ hamba tidak tahu , tuan muda . tapi hamba kira itu pejabat tinggi . semoga saja tidak membahas perang lagi “
“ tentu saja . aku tak mau menjadikanmu pengawal istana “
“ kenapa , tuan muda ? “
“ nanti aku sendirian “
“ nona Sayu ? dan dayang lainnya ? “
Yuuya kaget,
“ Sayu ? “
“ iya . tapi bukankah lebih baik tuan muda di dalam istana saja ? “
“ tidak mau . aku disini sampai aku kenyang “ jawab Yuuya jengkel .
Shichi pun pasrah , dia telah kenal betul sifat tuan mudanya itu . diapun hanya mengangguk pelan. Keduanya terus memakan makanan kecil sambil bercerita tentang hal lain .
***
“ dimanakah Yuuya? sejak tadi aku tidak melihatnya “ Tanya Tuan Taikou sambil menatap sekitar .
Ohimesuke pun menjawab ,
“ sepertinya ada dikamarnya “
Tuan Taikou pun mengangguk angguk pertanda mengerti
“para budak-budak itu sangat cantik dan gemulai . tarian yang mereka bawakan seakan mencerminkan istana yang indah ini sangat mengagumi seni . aku kagum. tapi , kemanakah teh yang anda janjikan padaku seminggu yang lalu ? yang katamu sangat harum itu . aku ingin mencobanya .”
“ oh iya , akan saya panggilkan . maaf atas lamanya menunggu . Oujo ! oujo ! “
Masuklah Sayu ke ruang itu ,
“ maafkan hamba tuan , tuan Oujo izin kembali ke istana oomori . jadi tehnya dititipkan pada hamba “ kata Sayu . Ohimesuke kebingungan . kemanakah sado itu dan bawahannya ?
“ baiklah , masuklah kesini dan hidangkan kepada Tuan Taikou . tunjukkan rasa hormatmu “
Sayu pun menyiapkan teh titipan Oujo. caranya menakar teh , menuangkan teh , dan menyuguhkan teh sangat baik dan lembut . tuan taiko sangat terpikat akan kelembutan dan kecantikan Sayu . merasa dirinya diperhatikan , Sayu pun kembali .
“ tunggu , Sayu “ cegat Ohimesuke .
Sayu pun menurut . dengan perasaan yang tidak mengenakkan dia berbalik . benar , Sayu sedang diperhatikan . dan yang memperhatikannya bukan bangsawan biasa .
“ tidakkah kau ingin melantunkan lagu untuk Tuan Taikou ? “ saran Ohimesuke .
Tuan Taikou diam sejenak lalu berkata , “ saya sudah puas dan bosan dengan guyonan dan lagu-lagu yang selalu dimainkan di istanaku dan diperjalanan . Jadi , anda boleh mempersilahkan dayang itu pergi “
Ohimesuke membantah ,
“ tidak , Sayu sangat berbeda. Dia menyanyikan lagu yang tidak pernah anda dengar . dia menulis sendiri lagu yang akan dinyanyikan dan dia cerdas dalam bersyair . bakat yang hanya bisa ditemukan dalam 1000 tahun saja“
Tuan Taikou tertegun sejanak . dia pun mengiyakan .
“ bagaimana ? apakah Tuan Taikou ingin mendengarnya ? dia sangat lihai “
Tuan Taikou mengangguk pelan , Ohimesuke pun tersenyum puas . dia menyuruh Sayu berganti kimono dan melantunkan lagu selamat datang pada sang ketua penasehat kaisar yang sudah setengah abad itu .
Setelah Sayu berganti pakaian , tanpa dikomando , Sayu mengambil , memainkan suling emasnya dan menyanyi dengan suka cita . Tuan Taikou sampai tak dapat berkata-kata lagi . dirinya telah jatuh hati pada bakat dayang itu . suara yang keluar dari bibir mungil Sayu sangat lembut dan bagus . terlebih liriknya . sangat menyentuh . para budak-budak , pemusik , Ohimesuke , maupun Tuan Taikou terharu secara tiba-tiba . Sayu telah menyihir seisi ruangan itu .
“ sangat bagus ! aku berikan pujian padamu , nona Sayu “ puji Tuan Taikou.
Sayu pun menunduk lalu meminta izin pergi ke kamarnya.
Terlintas pikiran yang terbayang-bayang ketika memperhatikan Sayu , Tuan Taikou pun mengutarakan niat-niatnya.
“ tujuanku kemari sepertinya bertambah lagi “ kata Tuan Taikou .
Ohimesuke penasaran ,
“ apakah itu ,, Tuan Taikou ? “
“ pertama , saya ingin menyampaikan bahwa istana ini akan dipindahkan ke hokaido demi lancarnya perang . kami tidak akan melibatkan rakyat tak bersalah . dan kami bermaksud meminjam ½ dari pengawal anda untuk menjadi prajurit . dan anda tidak perlu khawatir . karena saya akan membayar dan menanggung kebutuhan keluarga hitachi selama perang “ jelas Tuan Taikou . Ohimesuke mengangguk.
“ kedua , saya bermaksud menampung anda dan Yuuya di istana keluarga kami“ jelas Tuan Taikou . Ohimesuke mengangguk lagi .
“ dan yang terakhir , saya bermaksud untuk menjadikan gadis tadi selir “
Ohimesuke kaget . dayang dari keluarga sederhana yang mayoritasnya pedagang biasa , akan dijadikan istri oleh ketua penasehat kaisar . bayangan Yuuya melintas di kepalanya . bukankah Yuuya sangat jatuh hati pada dayang miskin itu ? walaupun Tuan Taikou lebih kaya daripada Yuuya yang tak lama lagi akan pergi tuk selama-lamanya . Sayu akan bahagia.
“ sepertinya untuk yang ketiga , harus ada persetujuan dari …. “
“ ayah ? “
Seisi ruangan itu mulai suram . Ohimesuke mebelakkan matanya . orang yang hampir saja akan disebutkannya ada dihadapannya .
“ Tu .. tuan muda . anda sudah tidak apa ? “
“ Yuuya? “ Tanya Tuan Taikou
Yuuya pun berbalik dan meninggalkan ruangan itu .
“ ada apa dengannya , tuan Ohimesuke ? “ Tanya Tuan Taikou.
“ tidak mengapa “
***
Sungguh tersayat-sayat hati Yuuya . mengetahui ayah kandungnya yang selalu diceritakan oleh mendiang ibunya , yang menimbulkan perpecahan di istana hitachi ada di istananya . ya , Yuuya adalah putra gelap Tuan Taikou , dan ayah yang menyandangkan nama keluarga “ hitachi “ adalah ayah tirinya . walaupun bukan ayah kandung , Yuuya sangat menyayangi ayah tirinya yang mengantarnya ke kursi penerus Daimyou .
Sekelebat wajah ibunya menghantui perasaannya . menangis dan menangis di bawah sinar bulan sabit yang mulai tampak menyembunyikan cahayanya . Yuuya menceburkan dirinya kedalam dinginnya dasar hati terdalam di dirinya . serta membayangkan Sayu yang telah menganggap dirinya sebagai dayang yang bukan siapa-siapa untuk sang penerus Daimyou , Hitachi Yuuya .dibuangnya sisir merah yang ditemukannya di kuil ke tanah . sekejap itu , datanglah Sayu sambil membawa senampan makanan yang menggugah selera . akan tetapi , Yuuya tidak menggubris kedatangan Sayu yang tulus .
“ tuan muda , makanlah . sudah hamba buatkan untuk anda “ ajak Sayu.
Yuuya masih terdiam .
“ mengapa tuan muda menangis ? “
“ kenapa kau menolakku ? “
“ tuan muda … “
“ padahal kau juga mencintaiku , bukan ? “
“ ya , tapi hamba … “
“ berjanjilah padaku “
“ berjanji ? untuk apa , tuan muda ? “
“ jika kau menolakku , tolonglah jangan ada orang lain di hatimu . jika kau berubah pikiran , tolong jangan pergi dariku “
“ tuan .. tuan sudah dewasa . jangan memiliki pikiran anak kecil seperti itu lagi “
Digenggam eratnya tangan Sayu dan dibawanya ke hangatnya pelukan yang memaksa . tidak menghiraukan makanan yang tertumpah di kimononya . Sayu tidak memprotes . keduanya terdiam membisu . hanya sxuara nafas yang terdengar dan angin yang berhembus kencang . tanpa mereka sadari , malam akan berakhir .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar